Header Ads

Belasan Orang Mengikuti Pelatihan Prosesing Pembuatan Makanan dan Diberi Uang Saku Setiap Hari

Usai Pelatihan Akan Diberikan Sertifikat dan Peralatan

Foto Bersama Kadis Nakertrans Kota Bima, Ir. H. Tafsir A. Majid (Duduk di Depan) dan Para Peserta Pelatihan Prosesing Pembuatan Makanan di Aula Kantor Walikota Bima Dua Hari Lalu

Visioner Berita Kota Bima-Salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dibawah kendali Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE untuk mensejahterakan masyarakat melalaui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setelah dibawah kendali Ir. H. Tafsir A. Majid (Kadis) bukan saja terlihat melalui keberhasilanya memberangkatkan 5 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dengan gaji masing-masing Puluhan Juta Rupiah Perbulan (salah satu terobosan spektakur Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE).

Upaya lain yang sedang dilaksanakan ole Disnakertrans Kota Bima guna mensejahterakan masyarakat yakni melakukan pelatihan terhadap belasan orang warga. Pelatiha yang sedang dilaksanakan dan selama 14 hari tersebut, yakni berkaitan dengan prosesing oembuatan makanan (Tata Boga).

Kegiatan pelatihan ini bukan saja melibatkan Ibu Rumah Tangga (IRT), tetapi juga yang masih lajang dan bahwa ada pula yang berstatus Sarjana (S1). Belasan orang yang sedang mengikuti kegiatan pelatihan ini, diakui memiliki cikal bakal berusaha.

Hanya saja, Kadis Nakertrans Kota Bima Ir. H. Tafsir A. Majid menjelaskan bahwa peserta pelatihan ini belum memiliki modal yang cukup untuk membeli perlatan yang dibuthkan untuk mengembangkan dunia usahanya. Olehnyan demikian, Pemkot Bima melalui Disnakertrans menempa mereka dengan keilmuan tentang prosesing poembuatan makanan dan usai pelatihan tentu saja akan diberikan sejumlah peralatan dan sertifikat.

“Selama kegiatan pelatihan berlangsung, mereka ditempa dengan cara membuat makanan yang baik oleh Instruktur yang telah kami persiapkan. Usai kegiatan pelatihan, tentu saja mereka akan mendapatkan sertifikat dan peralatan untuk membuat kue. Dan selama kegiatan itu pula, masing-masing peserta pelatihan Tata Bonga ini diberikan uang saku Rp60 per hari,” terang Tafsir kepada Media Online www.visionerbima.com, dua hari lalu di aula KantorWalikota Bima usai kegiatan pelatihan ini dibukan secara resmi oleh Walikota Bima melalui Sekda setempat, Drs. H. Muhtar Landa, MH.

Kegiatan pelatihan Tata Boga tersebut, merupakan kali ketiga. Pada tahun sebelumnya, diakuinya melaksanakan kegiatan yang sama. Peserta pelatihan terdiri dari IRT maupun remaja yang diakuinya memiliki cika bakal berusahan tetapi mengelami kekurangan modal untuk membeli peralatan.

“Keberhasilan yang dicapai oleh mereka yang memgikuti kegiatan pelatihan tahun lalu sekitar 80 persen, Alhamdulillah. Rata-rata mereka telah dilatih itu berhasil. Selain itu, mereka juga menyatakan apresiasi dan terimakasih kepada Pemkot Bima karena telah memodalinya dengan ilmu, sertifikat dan peralatan pembuatan makanan,” tandas Tafsir.

Kegiatan yang sama dijelaskanya juga akan dilaksanakan tahun 2022. Tahun 2022, direncanakan ada dua paket kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan Tata Boga ini. Peserta pelatihan bersifat perorangan, bukan kelompok.

“Kegiatan pelatihan di bidang Tata Boga ini merupakan salah satu komitmen Walikota dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya dan kuat korelasinya dengan visi-misi menciptakan wira usaha baru di Kota Bima,” terang Tafsir.

SDM yang diproduksi melalui kegiatan pelatihanTata Boga tersebut, diyakini aka berhasil. Sebab, mereka bukan saja diberika peralatan yang cukup, tetapi juga dibekali dengan ilmu selama kegiatan pelatihan berlangsung. Dengan ilmu yang diperolehnya selama kegiatan pelatihan berlangsung, maka degan itu pula mereka bisa menjadi pembuat kue dan makanan yang profesional.

“Kita berharap agar dengan ilmu yang mereka dapatkan selama kegiatan pelatihan itu dapat bersaing, dan diharapkan mampu berdampak positif bagi peningkatan ekonomi serta kesejahteraan bagi keluarganya,” pungkas Tafsir.

Kegiatan pelatihan di bidang Tata Boga ini jufa direspon secara postif oleh seluruh peserta. Salah seorang peserta yang juga berstatus IRT asal kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat-Kota Bima, Anisa Aulia. Anisa menyatakan  bahwa terobosan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE tersebut tentu saja bisa membantu pihaknya yang selama ini dihadapkan dengan kekurangan modal dan ilmu untuk mengembangkan usaha.

“Melalui kegiatan pelatihan ini tentu saja sangat membantu kami. Kami bukan saja dibantu dengan keilmuan, tetapi juga diberikan peralatan untuk membuat makanan serta sertifikat oleh Pemkot Bima melalui Disnakertrans setempat. Jujur saja, ini merupakan yang pertama kali saya rasakan. Untuk itu, kami menyatakan apresiasi dan terimakasih kepada Walikota Bima, H. Muhammat Lutfi, SE,” terang Anisa.

Anisa kemudian menjelaskan, dirinya juga memiliki usaha yakni amplang bandeng. Usaha itu mulai dirintis sejak dulu dan masih berlangsung sampai sekarang. Saat ini dia mengaku ingin mengembangkan usaha di bidang pembuatan kue.

“Menuju usaha pembuatan kue tersebut, kini saya harus mengikuti kegiatan pelatihan di BLK Disnakertrans Kota Bima. Dengan pelatihan selama 14 hari pada BLK Disnakertrans Kota Bima, kami ditempat dengan ilmu dan pada akhirnya akan diberikan fasilitas peralatan pembuatan dan sertifikat. Semoga Ilmu dengan ilmu yang didapatkan melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan akan dapat mengantarkan kami menjadi SDM wira usaha yang profesional, berdaya saing dan bisa membantu mesejahterakan keluarga,” harap Anisa.

Dan dengan ilmu yang diperolehnya melalui kegiatan pelatihan tersebut, diharapkanya mampu merubah pradigma kelatahan yang selama ini terjadi di Kota Bima.   

“Insya Allah dengan ilmu dan sertifikat yang kami dapatkan usai pelatihan berlangsung diharapkan bisa memangkas paradigma kelatahan tersebut. Setidaknya dengan ilmu yang didapatkan itu, untuk ke depanya bisa membentuk kami menjadi SDM wira usaha yang bisa bersaing di pasaran. Insya Allah kami siap berkompetisi,” pungkas Anisa. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.