Header Ads

Mutmainnah Beberkan Keretakan Rumah Oknum Pegawai Dikpora Itu, ZN dan NN Diduga Pernah VC Nyaris Tanpa Busana Lewat WA

ZN dan Janda Asal Dompu Berinisial NN

Visioner Berita Kabupaten Bima-Peristiwa penghadangan mobil warna hitam yang berisikan oknum pegawai Dinas Dikpora-Kabupaten Bima, ZN dan janda asal Kabupaten Dompu-NTB oleh istri sahnya beserta rombonganya pada Sabtu (3/9/2022), bukan saja viral di beranda Media Sosial (Medsos). Tetapi dari kisah penghadangan ini, praktis saja terkuak dugaan pemicu keretakan rumah tanggal ZN dengan istri sahnya.

Tak hanya dari, dari peristiwa tersebut juga terkuak dugaan praktek tak lazim antara ZN dengan NN. Yakni, keduanya diduga Video Call (VC) nyaris tanpa busana melalui saluran WhatssAPP. Dan hal itu diungkapkan oleh adik kandung dari istri sahnya ZN yakni Mutmainah kepada Media Online www.visionerbima.com, Minggu (4/9/2022).  

“Pemicu keretakan rumah tangga antara ZN dengan istri sahnya yang juga kakak kandung saya itu karena ZN berselingkuh dengan NN. Keretakan rumah tangga itu terjadi sejak dua tahun silam. Dan sejak saat itu pula, ZN minggat dari rumahnya. Dan hingga kini ZN tidak pernah kembali ke rumahnya,” ungkap Mutmainah.

Saat terjadinya peristiwa penghadangan mobil ZN oleh istrinya yang hendak ke Waduja-Kabupaten Dompu, Mutmainah kemudian mengungkapkan bahwa NN membantah berselingkuh dengan ZN. Padahal beber Mutmainah, perselingkuhan keduanya sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

“Istri sahnya ZN menceritakan hal itu kepada kami. Dan istri sahnya mengetahui bahwa ZN dengan NN sering saling mengirim gambar tanpa busa melalui saluran WAnya. NN membantah selingkuh dengan ZN, kok istrinya ZN mengetahui kalau ZN dan NN pernah VC  melalui saluran WA nyaris tanpa busana,” tanya Mutmainah dengan nada serius.

Sejak mengetahui perselingkuhan antara ZN dan NN hingga terjadi peristiwa penghadangan terhadap mobil dimaksud, Mutmainah mengamati bahwa rumah tangga ZN dengan istri sahnhya itu sulit untuk kembali harmonis. Dan sejak keluar dari rumahnya dua tahun silam hingga saat ini, Mutmainnah menduga bahwa ZN nyaris tak lagi menafkahi anak-anak dan istri sahnya tersebut. Dan dugaan peristiwa penelantaran itu karena “sang ayah doyan janda itu” ditegaskanya bukan informasi Hoax.

“Peristiwa perselingkuhan antara ZN dengan NN tersebut juga telah berdampak kepada terjadinya gangguan psikologis terhadap ketiga orang anaknya. Hal itu diperparah oleh ketegangan yang terjadi saat penghadangan mobil berisikan pasangan selingkuh tersebut juga saksikan oleh anak-anaknya ZN. Dan sampai saat ini anak-anak ZN masih sangat trauma atas ketegangan yang terhadap saat penghadangan yang ditumpangi oleh pasangan selingkuh itu,” terang Mutmainah.

Dari peristiwa ini pula, Mutmainah kemudian menegaskan adanya solusi terbaik dari ZN maupun istri sahnya itu. Solusi tersebut dijelaskanya, yakni terbaik untuk Z dan terbaik pula untuk istri sahnya dan anak-anaknya. Sayangnya, Mutmainah tidak menjelaskan apakah terkait terbaik itu adalah bercerai hingga istri sahnya itu “merdeka dari jajahan secara psikologis” dari ZN dan NN ataukah ZN kembali berbenah untuk membangun rumah tangga harmonis seperti sediakala demi anak-anaknya.

“Rumah tangga kedianya hancur sejak kehadiran pihak ketiga berinisial NN itu. Jangan membantah berselingkuh, sedangkan keduanya pernah VC nyaris tanpa busana melalui saluran WA dan hal itu dipergiko oleh istrinya ZN. Jangan lagi membongi orang, sebab kisah itu nyata adanya. Intinya, dari kasus ini kami menginginkan penyelesaian yang terbaik. Maksudnya terbaik untuk istri sahnya ZN dan anak-anaknya, dan yang terbaik pula bagi ZN serta keluarganya,” imbuh Mutmainah. 

Mutmainah kemudian menambahkan, pihaknya berkali melakukan upaya mediasi agar rumah tangga ZN dan istri sahnya itu kembali harmonis seperti sediakala. Namun diungkapkanya, pihaknya Zainudin justeru menolaknya. Dan bahkan kata Mutmainah, ZN sudah bersumpah untuk tinggal bersama istri dan anak-anaknya.

"Sejak kabur dari rumahnya hingga saat ini, ZN tinggal di Rumah Susun (Rusun) milik Pemerintah di Desa Talabiu Kecamatan Woha-Kabupaten Bima. Untuk bertemu langsung dengan anak pertamanya, ZN meminta anaknya yang kedua untuk memfasilitasinya. Soal menafkahi anak-anaknya, tak lagi seperti disaat rumah tangga mereka harmonis. Untuk biaya wisuda anaknya yang di malang, ZN mengaku tidak ada uang. Soal itu malah ZN mendesak anaknya itu untuk meminta uang wisuda kepada ibunya," urai Mutmainah.

Mutmainah kemudian menjelaskan, istri sahnya ZN tidak memiliki pekerjaan, kecuali murni berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Namun sejak suaminya (ZN) kabur dari rumah hingga saat ini, istri sahnya ZN tersebut menyambung hidup dengan anak-anaknya dengan cara menjual bensin secara eceran.

"Untuk anak-anaknya, ZN sealakdarnya saja. Sejak kabur dari rumahnya hingga saat ini, ZN tidak pernah memberikan nafkah lahir maupun bathin untuk istri sahnya ini. Terkait dengan melaporkan ZN kepada Polisi, Insya Allah akan kami lakukan. Namun, sekarang kami sedang rembuk keluarga terlebih dahulu," pungkas Mutmainah. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.