Temu Majelis Adat Sasak, Miq Iqbal Ingatkan Filosofi Sasak

Gubernur NTB Sambangi Tokoh-tokoh Majelis Adat Sasak 

Visioner Berita Provinsi NTB-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyambangi tokoh-tokoh adat Sasak, mantan Gubernur NTB periode 2003-2008, Drs. H. Lalu Serinata, Ketua Majelis Adat Sasak NTB, L Winengan, Dane Guni Sasak, HL Sajim Sastrawan di Mataram pada, Senin (23/4/2026).

Dalam kunjungan itu, Gubernur NTB ingatkan filosofi Sasak "Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar".

Ia mengungkapkan bahwa kalimat tersebut menjadi pegangan dalam memulai tugas memimpin daerah agar seluruh elemen masyarakat merasa nyaman dengan orang Sasak.

"Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi Bapak, Orangtua dan rumah bagi semua orang; orang Bali, orang Dompu, orang Bima dan orang Sumbawa", tutur Gubernur NTB, Miq Iqbal sapaan akrabnya.

Dalam hal kebijakan, kata dia, orang Sasak memiliki kemampuan untuk menahan diri, mengendalikan diri dan kebijaksanaan yang sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani.

"Tahun  pertama memimpin NTB, pembanguna lebih banyak di Pulau Sumbawa. Ini adalah wujud nyata orang Sasak memimpin, tidak meminggirkan dan memberikan ruang kepada orang lain" imbuhnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu, juga memaparkan kebijakan pembangunan selama memimpin, mulai dari infrastruktur jalan, peningkatan sarana kesehatan, mengentaskan kemiskinan serta ketahanan pangan.

"Pemerintah Provinsi NTB telah membuka jalan daerah terisolasi di Batu Rotok, Batu Dulang dan Lenangguar serta konektifitas utara melalui Samota sampai daerah termiskin seperti Dompu," jelasnya.

Disektor kesehatan, Pemerintah NTB telah menaikkan tipe rumah sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B. Tidak hanya itu, keberpihakan Pemerintah NTB terhadap kemiskinan, melalui program strategis Desa Berdaya.

"Sebanyak 106 Desa se-NTB akan melakukan pendataan ulang dan strategi pemberdayaan dengan orkestrasi kolaborasi yang masif dengan stimulan dana Rp 500 juta per Desa diluar dana lain dari Pusat serta lembaga Internasional," urainya.

Sementara disektor ketahanan pangan akan diperkuat dengan 900 dapur program MBG yang akan menggerakkan suplai pangan konsumsi dalam daerah.

Dalam silaturahmi itu, Dane Guni Sasak, HL Sajim Sastrawan juga mengatakan bahwa perjumpaan pertama dengan Gubernur NTB tersebut sebagai pembuka ikhtiar menuju NTB Makmur Mendunia. 

Dengan menggunakan bahasa Sasak, sambung dia, "Majelis Adat Sasak sedang melakukan upaya meririq dan merindukan batur sasak dalam hal ini Gubernur sebagai manggala gumi sasak dalam komunikasi inten".

"Majelis Adat Sasak masih menunda pemberian saran dan rekomendasi pembangunan agar Gubernur NTB punya pengalaman dulu menjadi pemimpin. Manisnya dicerna apalagi pahitnya agar sama sama membackup penyelenggaraan pemerintahan," terangnya.

Sementara Ketua Majelis Adat Sasak NTB, L Winengan berharap kehadiran pemimpin daerah dari kalangan suku Sasak dapat meningkatkan pembangunan manusia  Sasak dan NTB.(rr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama