
ILUSTRASI, Dok. Gambar: google.com
Visioner Berita Kota Bima-Kesholehan sosial (berbagi terhadap sesama yang sangat membutuhkan) tercatat sebagai salah satu “tradisi warisan leluhurnya orang Bima”. “Tadisi bernuansa kesilaman” ini pun diakui masih dipertahankan, dijaga dan dilestarikan sampai saat ini.
Sentuhan kemanusiaan yang kuat korelasinya dengan anutan ini (Agama Islam) diakui bukan saja dilakukan pada hari-hari besar Islam sepeti Idul Fitri dan Idul Adha pada tiap tahunya. Tetapi juga pada moment-moment lainya.
Moment Idul Adha 1447 H/2026 M secara pribadi Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE kembali membuktikan diri dalam menjaga, mempertahankan dan melestarikan “tradisi warisan leluhur Bima” tersebut. Dalam kaitan itu, sosok Politisi yang dikenal sangat santai, baik, selalu tersenyum dan akrab disapa Ajiman ini menyumbang 4 ekor hewan kurban untuk warga tak mampu di Kota Bima.
Informasi ini diperoleh Media Online www.visionerbima.com kepada adik kandung Ajiman yakni M. Tajil Arifin, SH, Kamis (28/5/2026). Hewan kurban tersebut, dijelaskan berusia lebih dari satu tahun.
“Secara pribadi tiap tahun Ajiman Ajiman tak pernah alpa dari hal itu. Tahun ini Ajiman kembali menyumbangkan 4 ekor sapi kurban kepada warga tak mampu di sejumlah Kelurahan di Kota Bima,” tandas sosok yang akrab disapa Dae Andang ini (M. Tajil Arifin).
Mantan Anggota DPRD Kota Bima yang kini dipercaya sebagai Ketua Askot Kota Bima ini menjelaskan, masing-masing hewan korban untuk warga tak mampu tersebut diserahkan secararesmi kepada Panitia kurban. Selanjutnya, hewan kurban tersebut dipotong dan selanjutnya dagingnya diberikan kepada warga tak mampu.
“Moment-moment penting seperti ini dijadikan sebagai ladang amal bagi Umat islam di dunia manapun yang dianggap mampu, tak terkecuali di Kota Bima. Berbagi kepada warga yang membutuhkan sentuhan kemanusian, itu sifatnya mutlak. Bima baik Kota maupun Kabupaten menjadikan hal itu sebagai tradisi yang sudah lama berlaku. Hal itu masih dipertahankan, dijaga dan dilestarikan sampai dengan saat ini. Dan dalam kaitan itu pula, tiap tahun Ajiman serta keluarga pun menterjemahkan tradisi dimaksud,” tandas Dae Anda.
Dae Anda mengaharpkan agar dalam kaitan itu bermanfaat oleh penerima manfaat. Tak hanya itu, Dae Andang kembali berharap agar “tradisi Keislaman” ini dilakukan sampai kapanpun, khusunya oleh orang Bima yang dianggap mampu.
“Rezeki yang kita dapatkand ari Allah SWT itu, sesungguhnya di dalamnya ada haknya orang lain yang mutlak diberikan. Melalui kesempatan ini pula, saya atas nama keluarga mengharapkan agar apa yang diberikan dalam kaitan itu punya nilai manfaat bagi para penerimanya. Dan Insya Allah hal yang sama akan dilakukan di kemudian hari, mohon doa dan dukunganya,” pungkas Dae Andang. (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/AZHAR/DK/DINO)