“Prahara Kasus Sabu” di Sandue-Bima, Dugaan Banyak Kejanggalan Desak Polri Transparan

Kuat Dugaan Bripka Heri dan Fajrin Diborgol Saat Penindakan ("Bukan Usai Pulang Dari Masjid")

Visioner Berita Kabupaten Bima-Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana kejahatan Narkotika jenis sabu oleh Satresnarkoba Polres Bima yang dikendalikan secara langsung oleh Kapolres Bima melalui Kasat Resnarkoba setempat, AKP Dediansyah, SE di Dusun Sandue Kecamatan Sanggar-Kabupaten Bima sukses memicu beragam spekulasi dari berbagai pihak. Dan dalam pengungkapan kasus ini pun diduga terjadi banyak kejanggalan.

Oleh sebab itu, Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB didesak agar transparan. Dugaan kejanggalan dalam kaitan itu antara lain tidak tercatat nama oknum Kanit Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu, Bripka Heri dan warga umum yakni Fajrin dan sejumlah Barang Bukti (BB) lainya (antara lain dugaan rokok ilegal) pada release awal oleh pihak Polres Bima.

“Pada release awal Polres Bima hanya oknum Ibu Bhayangkari, Enda Susilawati (istrinya Bripka Heri) yang dijadikan sebagai terduga pelakunya. Release awal juga menjeaskan bahwa pada saat penindakan di TKP, Bripka Heri disebutkan sedang berada di Masjid dan itu sekitar pukul 02.00 Wita. Sedang apa Bripka Heri di jam segitu?. Sedangkan pada saat penindakan berlangsung (penggeledahan) di TKP, muncul fakta baru. Yakni Bripka Heri dan Fajrin ikut menyaksikanya sembari tangan keduanya dalam keadaan diborgol. Tentu  saja itu sangat aneh bin ajaib,” tegas salah seorang warga Bima, Adlin kepada Media Online www.visionerbima.com, Jum’at sore (20/6/2026).

Setelah dugaan ketimpangan pengungkapan kasus tersebut viral, terutama di beranda Media Sosial (Medsos) pun muncul “keanehan baru”. Yakni pernyataan pihak Polres Bima melalui sejumlah Media Online di Bima bahwa Bripka Heri dan Fajrin sudah diamankan dalam kasus itu.

“Dalam kasus ini, semula Endang Susilawati diduga hendak dijadikan tumbal (“tersangka tunggal”). Dijelaskan pula bahwa sumber sabu itu dari seseorang berinisial EL. Namun sampai detik ini hasil upaya pengembangan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba pun nihil,”  duganya.   

Tak hanya itu, dugaan kejanggalan dalam penanganan kasus ini juga terkait sinyalemen bongkar-pasang terduga pelaku dan saksi oleh Penyidik Satresnarkoba Polres Bima. Dalam kaitan itu pula, diduga Bripka Heri yang semula dinyatakan diamankan, namun diduga di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ditengarai hanya dijadikan sebagai saksi. Tak hanya itu, sampai detik ini status Fajrin yang tangganya diborgol saat penindakan sampai detik ini belum jelas,” tegasnya.

Spekulasi publik terutama di beranda maya (Medsos) terkait penungkapan dan penanganan kasus ini pun kian tajam setelah pihak Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB turun tangan. Hal itu mencerminkan bahwa dugaan kejanggalan dalam pengungkapan hingga penanganan kasus yang dinilai tak terhindarkan.

“Kuat dugaan Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB turun tangan terkait penanganan kasus ini karena adanya sesuatu yang dinilai tak beres dari Satresnarkoba Polres Bima. Pengungkapan dan penanganan kasus ini mengingatkan kita semua seperti pengungkapan kasus oknum Polri saat itu, Bripka Irfan alias Karol dan istrinya, Nita. Dalam kaitan itu, diduga seolah Nita hendak dijadikan seagai tumbal. Namun berkat kerja kerasnya pihak Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB akhirnya sukses membongkar beragam kedok,” tandasnya.

Yakni selanjutnya karol dan Nita “bernyanyi”. Dari “nyanyian” itu terungkap nama Malaungi, Didik Putra Kuncoro, Erwin Iskandar (Koko Erwin) dan lainya.

“Catatan terkini mengungkap banyaknya hal menarik pasca pengungkapan kasus sabu di Sandue itu. Kuat keyakinan bahwa Bripka Heri dan istrinya itu (Endang Susilawati) serta Fajrin akan bernyanyi. Menurut saya, Bripka Heri akan beryanyi karena ia sadar bahwa potensi kemungkinan bahwa ia akan dilakukan Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PTDH) oleh Mabes Polri sangatlah besar,” katanya.

Catatan terkininya terkait kasus ini juga terkuak hal yang dinilai “tak kalah menariknya”. Yakni kuat dugaan bahwa keluarga Endang Susilawati akan mengambil sikap tegas jika yang bersangkutan (Endang Susilawati) akan dijadikan sebagai tumbal.

“Kabar soal itu terkuak setelah dua hari kasus ini diungkap oleh pihak Satresnarkoba Polres Bima. Mereka (keluarga Endang Susilawati) dikabarkan tak terima dan bahkan akan bernyanyi jika hanya yang bersangkutan (Endang Susilawati) dijadikan sebagai tumbalnya. Tetapi kita semua wajib percaya kepada Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB akan bekerja secara serius terkait penanganan kasus ini. Keyakinan saya sangat kuat bahwa akan banyak nama terduga lainya yang ditengarai terlibat, tak terkecuali oknum yang disinyalir merekayasa soal pengungkapanya,” ujarnya.

Dari berbagai dugaan kejanggalan terkait pengungkapan kasus ini, Adlin juga mencurigai soal berat BB sabu yang diamankan oleh Satresnarkoba Polda NTB yang saat itu dikendalikan secara langsung oleh Kasat Resnarkoba setempat, ALKP Dediansyah, SE. Kecurigaan itu muncul melalui dugaan tidak dicantumkanya BB lainya dalam release awalnya. Antara lain soal dugaan rokok ilegal.

“Pasca pengungkapan kasus ini hingga melahirkan berbagai spekulasi publik, sepertinya “ada keresahan yang sangat besar” di kubu Satresnarkoba Polres Bima. Dugaan keresahan itu kian besar karena penanganan kasus ini dialihkan ke Mabes Polri dan Polda NTB. Menurut saya, akan banyak oknum yang terseret jika Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB sangat serius bekerja terkait kasus ini pula. Ya, episode ini semakin seksi dan kita tunggu kerja keras Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB,” harapnya.

Singkatnya, pengungkapan kasus sabu di Sandue itu diduga memiliki banyak kejanggalan. Beragam dugaan kejanggalan tersebut pun sukses memicu beragai spekulasi dan anggapan serius berbagai pihak.    

“Stigma yang dibangun soal pisah ranjang antara Bripka Heri dengan Endang Susilawati sebagaimana release awal Satresnarkoba Polres Bima itu pun diduga direkayasa. Sebab, informasi terkini yang saya dapatkan menduga bahwa belum lama ini membeli satu rumah yang ditengarai nilainya sangat fantastis di salah satu wilayah di Kabupaten Dompu. Singkatnya, kita semua menaruh harapan yang sangat besar kepada Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB untuk mengungkap peristiwa yang satu ini dengan seterang-terangnya,” harapnya lagi. (JOEL/RUDY/AL/AA/AZHAR/DK/DINO)  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama