Dituding Aniaya Nakes Saat Bawa Anaknya Menuju RS Mataram, Orangtua Korban Buka Suara

Begini Kronologi Lengkapnya, Munir Sesalkan Penanganan RSUD Bima

M. Alfa Firdaus (10), Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Mataram, Jumat malam (11/7/2026)

Visioner Berita Kabupaten Bima-Minggu lalu, M. Alfa Firdaus (10) menjadi korban kelalaian penanganan Medis RSUD Bima. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Mataram, Jumat malam (11/7/2026) Sekitar pukul 03:00 dini hari. Tepat 1 jam sebelum naik Kapal Feri di pelabuhan Pototano. Kejadian ini sungguh mengiris batin orang tua dan keluarga korban. Pasalnya, penanganan RSUD Bima tehadap anaknya Alfa, sungguh memilukan. Tindakan medisnya diduga tidak sesuai standar SOP rumah sakit. 

Iya, mulai dari mobil pengantar pasien yang dipakai menggunakan mobil jenazah hingga pada penyediaan oksigen yang merupakan alat bantu pernafasan korban tidak diperhitungkan alias habis ditengah jalan oleh pihak RSUD Bima. 

Peristiwa ini disebut bukan saja kelalaian. Tetapi pihak RSUD Bima dengan sengaja "membunuh" orang. Dan salah satu korbannya adalah Alfa. Bocah tak berdosa itu yang sebelumnya masih bisa melihat, memanggil dan memeluk mama kedua orangtuanya di RSUD Bima, na'as justru meninggal dalam perjalan menuju RS Mataram karena kehabisan oksigen ditengah jalan. 

Munir, orang tua korban (Alfa) cerita peristiwa dalam perjalanan saat merujuk anaknya ke RS Mataram. Pasca jarum spidometer tabung oksigen bergerak mundur diangka Nol. 

"Anak saya Alfa, sebelum meninggal sempat mengeluarkan busa beserta cairan yang mencurigakan di hidung dan mulutnya. Sementara oknum Nakes (pendamping RSUD Bima) berkali-kali saya suruh cek oksigen dan peralatan medis lain yang berkaitan dengan anak saya justeru oknum Nakes tersebut "Ngeyel" sebut oksigennya masih ada padahal sudah kosong," jelas dia, dikonfirmasi media online www.visionerbima.com, Rabu (15l7/2026).

Karena itu lanjut Munir, oknum Nakes tersebut mendapatkan satu pukulan reflek( tempeleng) darinya. orang tua merasa kecewa anaknya seolah diperlakukan seperti bukan manusia.

"Semua kejadian mulai dari RSUD Bima hingga perjalan menuju rumah sakit Mataram sudah kami dokumentasikan. 

"Bukti video yang menunjukkan oksigen habis ditengah jalan juga ada. Termasuk saat saya tempeleng oknum Nakes tersebut," tandasnya.

RSUD Bima dan Oknum Nakes Akan segera Dipolisikan 

Dalam kasus ini, Munir secara tegas menyatakan akan menempuh jalur hukum. RSUD Bima dan Oknum Nakes akan segera dipolisikan. Kejadiannya jelas. Mulai dari penanganan yang tidak sesuai SOP rumah sakit hingga pada kelalaian penanganan yang menyebabkan korban Alfa meninggal ditengah jalan.

Direktur RSUD Bima dimintai pertanggungjawaban. Korban yang semula bisa bicara, melihat dan mendengar tiba-tiba meninggal karena kehabisan oksigen ditengah perjalanan. Kejadian Ini yang membuat orang tua dan keluarga korban kecewa.

"Andai saja anak saya mati dalam keadaan oksigen masih ada, saya gak kecewa, saya gak emosi. Kalau beginikan artinya pihak RSUD Bima sengaja membunuh anak saya,". Sesal Munir.

Mestinya kata dia, pihak RSUD Bima secara matang memperhitungkan-mengukur berapa banyak Oksigen yang disediakan atau dibawa dengan jarak tempuh menuju rumah sakit Mataram. Diduga oksigen yang disediakan RSUD Bima justru Oksigen sisa pemakaian dari pasien lain. 

Itu yang tidak bisa diterima oleh orang tua dan keluarga korban. Ditambah perlakuan oknum Nakes terhadap anak mereka selama perjalanan menuju RS Mataram yang tidak bekerja sesuai koridornya.

"Lihat saja, RSUD Bima dan Oknum Nakes itu akan segera saya laporkan. Ini peristiwa tidak boleh dibiarkan. Cukup anak saya saja, jangan ada lagi anak yang lain yang menjadi korban. Tunggu saja," tegas Munir. (TIM VISIONER)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama