Header Ads

Tim Gabungan TNI Kembali Membekuk Pelaku Ilegal Loging di Parado

Inilah Dua Pelaku dan Dua Unit Mobil Pick Up Yang Diamankan Tim Gabungan TNI di Wilayah Desa Parado Wane, Jum'at Pagi (3/1/2019)
Visioner Berita Kabupaten Bima-Sebuah tekad “tak ada ampun bagi pelaku ilegal loging” bagi pasukan gabungan TNI pasca menerima perintah resmi untuk melakukan pengawasan sekaligus penyelamatan hutan yang tersisa khususnya di Kabupaten Bima, tampaknya bukan sekedar isapan jempol. Namun tekad tersebut, telah dibuktikanya melalui kinerja nyata khususnya di kawasan hutan di Kecamatan Parado Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah sebelumnya berhasil membekuk sejumlah pelaku berikut barang bukti (BB) berupa kayu dan kendaraan yang kini sedang diproses secara hukum oleh pihak Polres Bima Kabupaten, Jum’at (3/1/2020) dini hari waktu setempat (03,30 Wita)-TNI gabungan dibawah kendali Danki 742/SWY Kapten Inf Satria Perkasa Bahar berhasil membekuk dua orang pelaku yakni Herman (27) dan Suryawan (41) berikut BB berupa kayu balok yang diduga dicuri dari kawasan hutan tutupan di wilayah Kecamatan Parado. Kedua pelaku adalah warga asal Desa Parado Wane Kecamatan Parado Kabupaten Bima.

Danki 742/SWY, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar membenarkan peristiwa penangakapan terhadap dua orang pelaku berikut BB berupa kayu balok dan dua unit mobil pick up. Total kayu yang berhasil diamankan oleh pasukan TNI Gabungan ini sekitar 4 kubik. “Kayu tersebut sudah diolah menjadi balok dan diangkut dengan menggunakan dua unit mobil pick up,” ungkapnya kepada Visioner, Jum’at (3/1/2020).

Danki 742/SWY kemudian mengungkap kronologos penangkapan terhadap kedua pelaku ilegal loging itu. Pada pukul 21.00 Wita seorang warga di Kecamatan memberi kabar kepada Serda Febri Eka Aditiawan. Kabar tersebut menyebutkan adanya pengangkatan kayu yang sudah diolah di wilayah Desa Parado Wane Kecamatan Parado. “Pada pukul 23.10 Wita Serda Febri Eka Aditiawan memerintahkan anggota jaga untuk melaksanakan peninjauan di wilayah yang sudah di beritahu oleh seorang Anggota Satpol tersebut,” tandas Satria.

Selanjutnya pada pukul 23.20 Wita Serda Febri Eka Aditiawan berserta 6 orang anggota melaksanakan Pengintaian di wilayah yang telah di tentukan. Pada pukul 02.30 dini hari waktu setempat,  Tim yang di pimpin oleh Serda Febri Eka Aditiawan berhasil menemukan BB kayu yang sudah diolah. “Pada saat itu, yang ditemukan bukan truk yang sudah di tentukan. Tetapi justeru 2 unit mobil pick up dan 2 orang tersangka dengan jumlah kayu balokan sekitar 4 kubik,” beber Satria.

Usai menangkap kedua pelaku berikut BB berupa kayu dan dua unit mobil tersebut, pada pukul 02.58 dini hari waktu setempat, Serda Febri Eka Aditiawan melaporkanya kepada Kapten Inf Satria Perkasa Bahar. Dari hasil laporan tersebut, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar langsung terjun ke TKP dan membenarkan adanya pelaku dan BB yang sudah diamankan. “Selanjutnya kedua pelaku berikut BB berupa kayu balok serta dua unit mobil pick up itu langsung digelandang ke Mapolres Bima Kabupaten untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Dari catatahn penting yang dihimpun Visioner mengungkap, sejak awal hingga saat ini pengamanan ekstra ketat oleh pasukan Gabungan TNI tercatat sudah lebih dari seribu kubik kayu yang diamankan di kawasan hutan di wilayah Kecamatan Parado. Kayu yang diamnkan dari kawasan hutan tutupan negara tersebut, ada yang berupa balok dan ada pula yang masih gelondongan. Sementara pelakunya yang berhasil dibekuk dan kini masih diproses di Mapolres Bima Kabupaten sudah lebih dari 7 orang.

Kerja keras TNI dalam menyelamatkan hutan khususnya di wilayah Kecamatan Parado dilakukan sejak awal, tepatnya sejak adanya komitmen yang dibangun dengan Kepala BPNPB RI, Pemkab Bima dan Pemkot Bima dan Pemkab Dompu. Komitmen bersama tersebut, berlangsung beberapa waktu lalu di ruang rapat Bupati Bima pada saat Kepala BPNPB RI, Letjend TNI Doni Monardo. Pasca komitmen tersebut dibangun secara resmi, maka sejak sejak saat itu hingga tiga bulan kedepan pasukan Tim Gabunagn TNI melakukan pengamanan, pengawasan dan pengamanan terhadap hutan yang masih tersisa khususnya di Kabuppaten Bima.

Masih dalam catatan Visioner, tak kenal siang dan malam maupun hujan pasukan Tim Gabungan TNI masih berada di hutan. Bahkan pada malam pergantian tahun baru dari 2019 ke 2020, pasukan Tim Gabungan TNI bersenjata lengkap merayakanya di tengah hutan. Hal tersebut, diakui sebagai bentuk komitmen nyata pihak TNI untuk menyelamatkan hutan sekaligus mengantisipasi agar bencana banjir bandang yang menimpa warga baik di Kabupaten Bima maupun di Kota Bima dapat diminimalisir.

Catatan lain tentang kerusakan hutan yang diakui sangat parah bukan saja di kawasan Kecamatan Parado Kabupaten Bima. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima seperti di Kecamatan Wawo, Kecamatan Lambitu dan di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima pada bagian baratnya. Hal tersebut, juga mendesak agar kegiatan operasi yang sama dilaksanakan. Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Bolo dan Madapangga Kabupaten Bima, diduga dipicu oleh gundulnya hutan di wilayah sekitar termasuk di bagian barat Kecamatan Donggo (Doro Leme dan Doro Iku).

Data tentang kerusakan hutan yang tak kalah parahnya dengan di Kabupaten Bima, jjuga diduga kuat terjadi di hampir semua wilayah di Kabupaten Dompu. Dugaan gundulnya hutan di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Dompu, ditengarai dipicu oleh aksi penanaman jagung oleh masyarakat setempat. Beberapa kali terjadinya banjir bandang di Kabupaten Dompu, juga diduga kuat karena gundulnya hutan.

Menanggapi kerusakan hutan yang sangat parah, Danrem 162/WB Kolonel Inf Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH, M. Han menegaskan bahwa tak ada ampun bagi pelaku ilegal loging. Sejak kehadiran Kepala BPNPB RI, Ltjend TNI Doni Mobaro, TNI akan terus melakukan pengawasan, pengamanan sekaligus penyelamatan hutan sampai tiga bulan kedepan. “Dalam kaitan pengawasan, pengamanan dan penyelematan hutan TNI sudah membuktikan kinerja nyata dari komitmenya. Bentuknya, pelaku ditangkap bersama BB dan kemudian digiring ke proses hukum,” tegasnya kepada Visioner saat berkunjung ke Bima beberapa waktu lalu.

Sikap tegas TNI dalam kaitan itu masih berlangsung sampai saat ini. Tujuanya, lebih kepada menyelamatkan hutan sebagai upaya meminimalisir terjadinya bencana banjir bandang di berbagai wilayah di Pulau Sumbawa, khususnya di Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima. “Tim Gabungan TNI akan terus melakukan pengamanan, pengawasan dan penyelamatan hutan tutupan negara sampai dengan terbentuknya Satgas oleh Gubernur NTB. Sekali lagi, tak ada ampun bagi pelaku ilegal loging,” timpalnya. (TIM VISIONER

No comments

Powered by Blogger.