Header Ads

Pasutri Asal Nitu Hampir Dibunuh, Tim PUMA Bekuk Terduga Pelaku “Iparnya”

ILUSTRASI
Visioner Berita Kota Bima-Pasangan suami istri (Pasutri) di Kelurahan Nitu, Kecamatan Raba, hampir saja dibunuh oleh iparnya HU (44), beruntung korban meronta. Sementara terduga pelaku berhasil dibekuk aparat kepolisian, Sabtu (20/6/2020).

Tim PUMA Sat Reskrim Res Bima Kota bersama Polsek Rastim dipimpin oleh Kanit Pidum, IPDA Agung Iswahyudi, S.Tr.K, Katim PUMA, AIPDA Abdul Hafid berhasil membekuk terduga pelaku percobaan pembunuhan di Kelurahan Nitu.

Terduga pelaku  HU (44)  yang ingin mencoba membunuh Jamaludin dan Fatimah (33) merupakan ipar dari pasutri tersebut. HU (44) mencoba membunuh korban dengan cara menggorok lehernya menggunakan satu bilah pisau dapur. Namun korban meronta, sehingga bisa selamat dari maut.

Sementara itu, Kapolres Bima Kota melalui Kasubbag Humas, AKP Hasnun, menyampaikan,  mendapatkan laporan dari warga, tak butuh waktu lama, tim langsung mengejar dan menangkap terduga pelaku. Dari tangan terduga pelaku tim mengamankan satu bilah pisau dapur.

“Terduga pelaku sendiri saat ini sudah diamankan di Kantor Polres dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini kedua korban sedang  dalam perawatan intensif,” jelas Hasnun kepada visioner.

Hasnun menjelaskan, kedua korban merupakan adik ipar dari terduga pelaku. Awalnya, kedua korban ke perkebunan untuk membantu pelaku menggiling jagung. Namun pelaku yang sudah punya dendam lama terhadap adik iparnya menggorok leher korban Jamaludin.

“Melihat kejadian itu, istri korban melerai akan tetapi justru digorok  pelaku. Akibatnya kedua korban mengalami luka serius di leher,” ungkap Hasnun.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dan  bersembunyi di pegunungan kebun jagung.  Tim PUMA Polres Bima Kota melakukan pencarian, penyisiran di perkebunan jagung. Alhasil Tim PUMA berhasil mengamankan terduga pelaku. “Rupanya pelaku membuang barang bukti pisau yang digunakan. Selanjutnya dilakukan pencarian BB tersebut, dan ditemukan disemak-semak,” pungkasnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.