Header Ads

Tiga Tahun Masa Kepemimpinan Lutfi-Feri, Torehan Prestasi Fundamental dan Monumental=Fakta Tak Terbantahkan

Moment Syukuran Tiga Tahun Masa Kepemimpinan Lutfi-Feri di Kediaman Walikota Bima, Minggu Malam (26/9/2021)

Visioner Berita Kota Bima-Tercatat sudah tiga tahun sudah H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH menjabat sebagai Walikota-Wakil Walikota Bima. Visi-misi PERUBAHAN bagi Kota Bima dan masyarakat ke arah yang jauh lebih baik dari Pemerintahan sebelumnya, ditorehkanya melalui Pengabdian nyata melalui torehan prestasi monumental dan fundamental yang diakui nyaris tak pernah disentuh oleh kepemimpinan Pemerintahan sebelumnya.  

Di tengah pembuktian atas pengabdian nyata untuk dan atas nama Kota Bima serta masyarakatnya agar setara dengan Kota-Kota lainya yang lebih dahulu maju, namun masih ditemukan adanya "beragam hujatan, makian, dan tudingan dari kelompok tertentu dengan jumlah sangat kecil". Tetapi, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE enggan menyikapinya, kecuali terus membuktikan karya nyata. 

Sebab, di mata Lutfi bahwa sesungguhnya cinta hadir salah satunya karena prestasi, bukan dari rasa benci yang dibangun dengan narasi yang disebar luaskan di alam maya alias Media Sosial (Medsos) oleh "sekelompok kecil pembenci". 

"Tak ada waktu bagi saya untuk menyikapi celoteh para pembenci. Bagi saya sebagai Walikota Bima, membuktikan pengabdian terbaik yang bukan sekadar janji untuk Kota Bima dan masyarakatnya adalah hal paling utama. Sejumlah karya nyata yang telah ditorehkan di Kota Bima hanya diakui oleh masyarakat yang sadar. Oleh karenanya, Pemerintah bekerja secara sadar dan menyadari tentang pentingnya mewujudkan keinginan, tuntutan dan kebutuhan Kota Bima serta masyarakatnya," tegas Lutfi kepada Media ini pada sebuah moment beberapa bulan silam.

Tertanggal 26/9/2021 dinilai sebagai moment penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bima sekaligus masa kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri). Moment tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri ditandai dengan do’a syukuran dan audiens di kediaman Walikota Bima di wilayah Kelurahan Rabadompu Kecamatan Rasanae Timur-Kota Bima.

Pihak Muspida Kota Bima, Fortkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Ketua DPRD Kota Bima serta lainya. Liputan langsung sejmumlah Awak Media melaporkan, Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH tidak hadir pada moment tersebut karena sedang berada di Mataram menghadiri kegiatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang dihadiri oleh Ketum DPP PAN, H. Zulkifli Hasan.

Di moment penting ini, dijelaskan bahwa pengabdian terbaik Pemkot Bima selama tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri melalui torehan karya fundamental dan monumental bukan sekedar wacana, tetapi fakta tak terbantahkan. Kendati demikian, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE belum pernah menyatakan kepuasaanya. Tetapi akan terus membuktikan pengabdian terbaiknya untuk Kota Bima dan masyarakatnya di sisa dua tahun kepemimpinanya.

“Pengabdian nyata sebagaimana visi-misi PERUBAHAN harus disertai dengan kenyataan. Visi-misi PERUBAHAN untuk Kota Bima dan masyarakatnya, secara berangsur-angsur telah dibuktikan walau di sana-sini masih ditemukan adanya kekurangan. Makna pengabdian nyata harus mampu dibuktikan dengan karya-karya yang realistis dan diakui adanya. Di sisa dua tahun kepemimpinan ini, masih banyak hal-hal penting yang harus didorong-dibangun agar Kota Bima dan masyarakatnya bisa lebih maju atau setara dengan daerah lain yang sudah maju dan berkembang,” tegas Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

Pertanyaan publik tentang apa saja karya fundamental dan monumental yang sudah ditorehkan tersebut, dijelaskan melalui layart monitor yang disaksikan oleh banyak orang yang hadir pada moment penting dimaksud. Undangan yang hadir pada moment doa syukuran tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri tersebut, pun terlihat sangat apresiatif.

Di tengah menjeritnya puluhan ribu warga miskin Kota Bima yang dihimpit pula oleh masalah ekonomi, Pemkot Bima dibawah kepemimpinan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE sukses menjawabnya dengan cerdas melalui gagasan gemilangya yakni membebaskan warga miskin tersebut dari BPJS gratis. Sementara resiko pembiayaan BPJS gratis untuk puluhan ribu warga miskin tersebut bersumber dari APBD II Kota Bima.

Prestasi monumental yang kental dengan nilai kemanusiaan dalam kaitan itu, selain dirasakan manfaatnya oleh warga miskin dan diapresiasi dengan baik juga diakui bahwa Kota Bima merupakan yang pertama kali memberlakukan hal itu di Nusa Tenggara Barat (NTB). Atas keberhasilanya dalam kaitan itu, Pemkot Bima merupakan salah satu Kota di Indonesia yang mendapat piagam penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Destinasi wisata pantai Lawata yang semula disebut-sebut sebagai “rumah hantu” dan minim memberikan kontribusi PAD, praktis saja telah disulap menjadi salah satu tempat berwisata “favorit” bagi masyarakat baik Kota Bima, Kabupaten Bima dan daerah lainya. Lawata bukan sekedar ramai dikunjungi sejak Lutfi-Feri memimpin Kota Bima.

Tetapi di dalamnya juga telah disediakan sejumlah fasilitas, termasuk sebagai salah satu sumber kehidupan puluhan pelaku UMKM. Lawata yang dulu gelap gulita, namun setelah disentuh secara realistis oleh Pemkot Bima telah berubah menjadi destinasi wisata yang indah dan sangat diminati.

Bukan itu saja, jika pada Pemerintahan sebelumnya Lawata hanya mampu memberikan PAD yang sangat minim namun setelkah disentuh dengan baik oleh Pemerintahan dibawah kendali Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE tercatat sebagai salah satu penyumbang PAD dengan angkat Ratusan Juta Rupiah per tahunya.

Detinasi wisata pantai Lawata, bukan sekedar menyuguhkan keramaian, memberikan kontribusi bagi daerah melalui PAD, memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM di dalamnya. Tetapi juga acapkali dijadikan sebagai tempat kegiatan penting. Antara lain event tri atlon kelas Nasional, pusat kegiatan rimpu bagi masyarakat Kota Bima berhasil meraih Rekor Museum Dunia pada dua tahun silam. Tak hanya itu, sejumlah elemen masyarakat juga memusatkan event penting di Pantai Lawata.

Salah satu destinasi wisata Kuliner yang berada di Pantai Kolo Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota yang sebelumnya sepi dari kunjungan, namun berubah drastis di tangan kepemimpinan Lutfi-Feri. Sejak Lutfi-Feri memimpin Kota Bima hingga saat ini, pantai Kolo tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Rata-rata pantai Kolo menyuguhan Kulinjer dengan ikan-ikan segar dan sambal khas Bima.

Rencana Pemkot Bima, Kolo kini sedang dipermak menjadi destinasi wisata yang kian diminati. Kini Pemerintah Kota Bima telah menggelontorkan angaran Miliran Rupiah untuk penataan destinasi wisata pantai Kolo. Dari sisi pembangunan, Pemkot Bima dikabarkan telah membuat Master Plan dan Design Enginering Detail (DED) bagi pembangunan destinasi wisata Pantai Kolo.

Ramainya kunjungan wisawatan di pantai Kolo pada tiap minggunya, diakui sukses meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan para pelaku UMKM yang ada di sana. Kolo yang semula dianggap sebagai daerah “terisolir” dari sentuhan, kini praktis berubah sejak Pantai Kolo ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Pelayanan di bidang keagamaan, Pemerintah Lutfi-Feri juga berhasil menjawab tuntutan dan kebutuhan. Masjid Raya Al-Muwahidin yang sudah puluhan tahun dibiarkan dalam kondisi “kritis” telah dijawab dengan kerja nyata. Puluhan Miliar Rupiah agaran yang bersumber dari APBD II Kota Bima digelontorkan secara bertahap untuk pembangunan Masjid Raya Al-Muwahidin.

Kini tampilan Masji Raya Al-Muwahiddin telah berubah jauh lebih baik dari Pemerintahan sebelumnya. Perubahan yang dinilai signifikan pada Masjid Raya Al-Muwahidin ini juga diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Bima, terutama di kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima.

Masih di bidang keagamaan, sentuhan dalam bentuk bantuan anggara bagi pembangunan Masjid dan Mushola di Kota Bima oleh Pemkot Bima dibawah kendali Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE yang bersumber dari APBD II Kota Bima untuk tiap tahunya diakui jauh lebih besar dari Pemerintahan sebelumnya. Jika pada Pemerintahan sebelumya hanya menyediakan anggaran untuk pembangunan Masjid dan Musholah sekitar Rp1 M lebih pertahunya, namun tidak demikian di masa kepemimpinan Lutfi-Feri.

Lebih jelasnya, angka puluhan Miliar Rupiah pada tiap tahunya digelontorkan oleh Pemerintahan dibawa kendali Lutfi-Feri ini untuk pembagunan Masjid dan Musholah. Hal tersebut, diakui masih berlangsung sampai saat ini kendati Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Perhatian Pemkot Bima di bidang keagamaan tersebut, bukan sekedar memberikan bantuan bagi kelanjutan pembangunan Masjid dan Musholah.

Tetapi juga mendorong menaikan insentif bagi Bilal dan Marbot untuk tiap bulanya. Perhatian ini diakui lebih baik dari Pemerintahan sebelumnya. Dan perhatian Pemkot Bima di berbagai bidang keagamaan tersebut, diakui masih berlangsung sampai sekarang termasuk sentuhan untuk LPTQ.

Lagi-lagi di bidang keagamaan, Pemerintah Kota Bima dibawah kepemimpinan Lutfi-Feri jugatelah membuktikan prestasi monumental. Yakni membangun Masjid yang diberi nama Muhammad Nur Latif yang berlokasi di Kantor Walikota Bima. Prestasi monumental ini, diakui oleh Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE sebagai bentuk penghrgaanya atas jasa mantan Walikota Bima, HM. Nur Latif (Almarhum) karena telah menorehkan sejumlah sejarah fundamental bagi Kota Bima beserta masyarakatnya.

Terobosan di bidang kesehatan oleh Pemkot Bima di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri bukan saja pada membebaskan puluhan ribu warga miskin melalui BPJS gratis. Tetapi juga tercermin melalui prestasi monumental pada pembangunan tiga Puskesmas dengan gedung megah dan fasilitas memadai. Yakni Puskesmas Paruga, Puskesmas Mpunda dan Puskesmas Kumbe Kecamatan Rasanae Timur.

Di bidang pelayanan Kesehatan terhadap masyarakat yang sangat dibutuhkan dan tak pernah ada sebelumnya, Pemkot Bima dibawah kepemimpinan Lutfi-Feri berhasil menghadirkan sejumlah Dokter Spesialis yang dikontrak dengan gaji serta insentif untuk tiap bulanya dan diakui tertinggi di NTB. 

Lagi-lagi soal pelayanan di bidang Kesehatan, di tiga tahun Pemerintahan dibawah kendali Lutfi-Feri juga menyerahkan mobil ambulance di sejumlah wilayah. Esensinya, hal tersebut guna membantu mempercepat melayani warga yang sakit (antar-jemput). 

Cetakan prestasi monumental oleh Pemkot Bima dibawah kendali Lutfi-Feri dalam waktu tiga tahun kepemimpinanya, belum berakhir saampai di situ. Comand Centre dengan sistim E-Lapor (pelaporan melalui saluran elektronik) yang sudah dibangun dan diresmikan di lantai dua Kantor Walikota Bima juga diakui yang pertama kali ada di NTB.

Gedung yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas memadai serta berisikan tenaga ITE profesional ini, diakui berfungsi untuk mmpercepat pelayanan terhadap masyarakat untuk melaporkan  setiap kebutuhanya pada masing-masing wilayah melalui HP Android yang telah diberikan kepada seluruh RT se Kota Bima. Comand Center diresmikan pada dua bulan silam, sudah beroperasi dan kendalikan secara langsung oleh Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

Karya nyata membangun Comand Centre sebagai salah satu jawaban Pemkot Bima menuju Smart City ini, diapresiasi oleh seluruh Kabupaten/Kota di NTB, dan Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah. Bupati, Walikota se NTB dan Gubernur NTB menyatakan apresiasi serta mengucapkan selamat atas keberhasilan Pemkot Bima terkait pembangunan Comand Center ini. Pengakuan yang sama juga dikemukakan oleh Gubernur NTB.  

Dan dalam kaitan itu pula, Gubernur NTB melalui Kadis Komifostiknya berharap agar Pemkot Bima bisa berkolaborasi dengan Pemprov NTB terutama pada pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya di Kota Bima. Kolaborasi yang dimaksudkan, lebih kepada menjawab secara cepat tentang kebuthan masyarakat Kota Bima, baik oleh Pemkot Bima maupun yang berkorelasi dengan Pemprov NTB.

Namun sebelum Comand Center dibangun dan diresmikan, terlebih dahulu Walikota Bima menyerahkan HP Android kepada seluruh RT se Kota Bima. Dan HP Android tersebut telah disi dengan aplikasi E-Lapor. Tujuanya, seluruh RT se Kota Bima bisa melaporkan berbagai bentuk kegiatan pada masing-masing wilayahnya melalui Comand center. Yang dilaporkan bukans aja tekait kebutuhan di bidang pembangunan, soal sampah, Katibmas, realitas kehidupan soal kemasyarakatan, tetapi juga terkait bencana baik banjir bandang maupun bencana lainya.

Walikota Bima mengakui, pembangunan Comand Center direncanakanya sebelum menjabat sebagai Walikota. Tetapi, rencana tersebut dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Anggota DPR RI. Kini Comand Centre diakui sudah berfunsgi dengan baik. Sementara pembagian HP Android kepada seluruh Ketua RT se Kota Bima, diakui sebagai wujud nyata dari terpenuhinya janji Lutfi-Feri sebagaimana visi-misinya. Sekedar catatan, HP Android tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah yanjg bersumber dari APBD II Kota Bima dan berfungsi untuk melaporkan berbagai kegiatan pada masing-masing melalui Comand Center.

Karya nyata Pemerintah Kota Bima dibawah kendali di tiga tahun Kepemimpinan Lutfi-Feri juga tercermin pada pembangunan Ruang Terbuka Publik (RT) Taman Kodo dengan anggaran Miliaran Rupiah. Hadirnya taman Kodo di wilayah Kecamatan Rasanae Timur, diakui telah mampu menghadirkan warna baru di mana sebelumnya di sekitar wilayah itu masyarakatnya sepi dari hiburan. Di taman Kodo bukan saja dijadikan sebagai salah satu tempat rekreasi bagi warga sekitar, tetapi di dalamnya juga dipersiapkan untuk kegiatan olah raga.

Estetika baru yang dinikmati warga Rasanae Timur khususnya Kodo dan sekitarnya, bukan saja karena adanya Taman yang diakui representatif. Tetapi juga ditambah dengan hadirnya lampu hias. Pembangunan Lampu hias tersebut juga sama dengan yang sudah dilakukan di jembatan Penaraga Kecamatan Raba dan di jembatan Padolo Kecamatan Rasanae Barat.

Hadirnya taman dan lampu hias di Kodo khususnya, diakui berhasil membuat suasana berbeda dari Pemerintahan sebelumnya. UMKM diakui tumbuh dan berkembang di sana, diakui sebagai dampak positif bagi hadirnya Taman Kodo dan Lampu Hias dimaksud. Singkatnya, dua buah karya nyata ini diakui telah mampu merubah Kodo yang semula sepi menjadi hidup.

Di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri, dukungan melalui bantuan kepada UMKM melalui OPD terkait diakui bukan sekedar wacana. Pemberdayaan kepada masing-masing kelompok UMKM di Kota Bima melalui OPD terkait tersebut yang salah satunya melalui pengerajin tenunan tradisional, diakui benar-benar diakui dan dirasakan manfaatnya.

Catatan kritisnya, hal tersebut mendesak kecerdasan Perumda Bima Aneka sebagai Perusahaan plat merah agar UMKM di Kota bisa tumbuh dan berkembang, dan hasil produknya bisa menembus pasar baik lokal, regional maupun Nasional, dan bahkan Internasional. Dan fungsi utama kehadiran Perumda Bima Aneka adalah menumbuhkan kembangkan UMKM di Kota Bima, dan tata kelola managementnya mutlak bersifat profesional, berisikan SDM-SDM profesional, bukan justeru menjual kopi dan tiketing.

Sementara teka-teki tentang kinerja Perumda Bima Aneka itu, hingga kini terkesan belum mampu diisi alias masih dalam tanda tanya besar, bahkan disentil oleh banyak pihak-“nafsu besar tenaga kurang alias banyak gaya tapi miskin realita”. Kini Perumda Bima Aneka sedang dihadapkan dengan masalah yang dinilai serius akibat dugaan tata kelola managemen dengan anggaran Rp2 M yang diduga tak jelas junterunganya. Yakni DPRD Kota Bima menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Perumda Bima Aneka yang melibatkan Instansi terkait sebagai pembina teknis dan pembina strategisnya.

Di bidang Pendidikan, di tiga tahun masa kepemimpinan Lutfi-Feri juga mencetak prestasi yang diakui oleh Pemerintah Pusat hingga memperoleh piaga penghargaan dari Dirjend Pendidikan Nasional, dua tahun silam. Penghargaan ini diberikan atas prestasi terkait dengan kearifan lokal di dunia Pendidikan.

Tak hanya itu, gedung Perpusatakaan yang berlokasi di Taman Ria Kecamatan Mpunda Kota Bima, kini sedang dibangun dengan anggaran Rp9 M lebih yang bersumber dari Pemerintah Pusat. Rencananya, gedung perpusatakaan berlantai tiga tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilititas memadai. Salah satunya, di gedung perpusatakaan tersebut akan dibangun restaurant.

Karya nyata di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri juga terlihat melalui pembangunan sayap kantor Walikota Bima yang sedang giat-giatnya dikerjakan dengan anggaran Rp23 M yang bersumber dari APBD II Kota Bima. Ditargetkan bahwa pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini akan dituntaskan oleh pelaksana proyek (kontraktor) yakni pada Desember 2021.

Dijelaskan pula, sayap Kantor Walikota Bima tersebut akan ditempati oleh sejumlah OPD strategis, salah satunya Bappeda, Dinas Kimpraswil dan lainya. Sedangkan dan gagasan bagi pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini lahir dari Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Namun pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini sempat direncanakan oleh era Kepemimpinan Walikota Kota-Wakil Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin-H. Arahman H. Abidin (kaka beradik), namun tidak mampu diwujudkan.

Keberhasilan yang diakui spektakuler di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri, juga tercermin pada penyelesaian pembangunan rumah relokasi masyarakat di bantaran sungkai di dua lokasi yakni di wilayah Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota dan di Kelurahan Oi Fo'o Kecamatan Rasanae Timur. Pemindahan warga dari bantaran Sungai ke rumah relokasi tersebut, dilakukan dengan tanpa kekerasan oleh Pemerintahan dibawah kendali Lutfi-Feri. 

Perhatian lain Pemerintah Kota Bima di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri terhadap warga tak mampu, juga terlihat melalui penyediaan tempat di Perumahan NSD yang berlokasi di lingkungan Kedo Kelurahan Ule Kecamatan Asakota. Warga miskin yang ditempatkan di sana hanya dibebankan untuk membayar iuran sebesar Rp100 ribu per bulanya. Yang dtampung di sana, salah satunya tukang ojek dengan kondisi ekonomi di bawah garis kemiskinan.

Dari sisi keamanan wilayah (Kamtibmas), di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri diakui mampu membuktikan sinergitasnya dengan TNI dan Polri (Kodim 1608/Bima dan Polres Bima Kota) sehingga sejak awal hingga saat ini Kota Bima tercatat sebagai salah satu daerah di NTB yang sangat aman dan kondusif. Terciptanya Kota Bima yang aman tersebut, salah satunya diwujukan oleh Pemkot Bima di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri melalui bantuan kendaraan operasional (aset daerah) kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Kota Bima.

“Tiga tahun memimpin Kota Bima, pengabdian nyata sesuai visi-misi mutlak untuk dilaksanakan, bukan sekedar janji hampa. Di tiga tahun kepemimpinan ini, kami menawarkan bukti, bukan sekedar janji. Sementara di dua tahun masa kepemimpinan yang masih tersisa, Insya Allah masih akan ada karya nyata yang akan dibangun di Kota Bima,” tegas Walikota Bima.

Tuntutan dan kebutuhan masyarakat di Kota Bima terutama di bidang pembangunan sangat tinggi. Hal tersebut diakuinya tidak mampu diatasiu dengan APBD II Kota Bima yang angkanya sekitar lebih dari 50 persenya digunakan untuk belanja pegawai. Namun untuk mewujudkan tuntutan dan kebutuhan masyarakat Kota Bima tersebut, Walikota Bima mengakui hars berjuang keras menjemput anggaran di Pemerintah Pusat.

Berkat pendekatan dan intensitas komunikasi dan konsultasi sekaligus permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat tersebut, Lutfi menemukan adanya jawaban nyata melalui anggaran yang digunakan untuk sejumlah pembangunan monumental yang sudah dilaksanakan di Kota Bima di tiga tahun kepemimpinanya.

“Dua periode saya menjadi anggota DPR RI. Selama itu pula, banyak teman dan sahabat saya baik di DPR RI maupun di sejumlah Kementerian di Jakarta. Saya ke Jakarta bukan sekedar gaya-gaya. Tetapi melakuan pendekatan dengan sejumlah Kementerian. Tujuanya adalah meminta bantuan anggaran untuk pembangunan di Kota Bima. Alhamdulillah, pendekatan tersebut juga membuahkan hasil yang sangat baik,” tandas Lutfi.

Di sisa dua tahun kepemimpinanya, Lutfi menyatakan tak akan pernah berhenti berkarya di bidang pembangunan untuk Kota Bima beserta masyarakatnya. Minimnya APBD II Kota Bima, diakuinya tentu saja tidak mampu menjawab kebutuhan pembangunan baik fisik maupun non fisik.

“Untuk itu, kita dituntut untuk cerdas menjawab hal itu. Caranya, intensitas pendekatan dengan Pemerintah Pusat adalah terobosan paling penting untuk menjawab soal itu. Insya Allah hal itu masih akan terus dilakukan. Indonesia termasuk Kota Bima, masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Banyak pembangunan yang tertunda karena Pemerintah di seluruh Indonesia memfokuskan anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun demikian, saya sebagai Walikota Bima masih terus berjuang meminta bantuan dari Pemerintah Pusat, doakan saja,” pungkas Lutfi. 

Catatan sejumlah Awak Media melaporkan, berbagai karya nyata di tiga tahun kepemimpinan Lutfi-Feri tersebut adalah hal yang tidak pernah dilakukan oleh Pemerintahan sebelumnya. Dan sejumlah keberhasilan tersebut diapresiasi oleh berbagai kalangan di Kota Bima. Namun dibalik itu, tercatat masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang diharapkan dapat dituntaskan oleh Lutfi-Feri di sisa dua tahun kepemimpinan yang masih tersisa.

Antara lain soal sampah yang membutuhkan sikap tegas dan langkah cepat dalam penangananya, ternak yang masih berkeliaran di sejumlah wilayah, peredaran Narkoba yang terkesan marak dan mendesak sikap cepat dengan membangun ontensitas koordinasi dengan pihak Polri, fenomena di dunia pendidikan di mana anak-anak sekolah yang terkuak lebih mendominasikan menghabiskan waktu untuk bermain game ketimbang fokus pada belajar dan ditemukan masih berada di luar rumah hingga larut malam, penanganan terhadap para pengemis yang melibatkan anak-anak di bawah umur di sejumlah wilayah di Kota Bima dan memperketat sistim kontrol serta pengawasan terhadap tenaga pendidik di seluruh dunia pendidikan. 

Bukan itu saja, PR yang mendesak untu dituntaskan oleh Pemerintahan dibawah kendali Lutfi-Feri juga terkait dengan kekurangan air bersih di wilayah di lingkungan Dara dan Wadumbolo Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, di lingkungan Kampung Sumbawa Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat. namun berdasarkan informasi yang dihimpun oleh sejumloah Awak Media melaporkan, fenomena sosial yang satu ini sedang diupayakan oleh Dinas Kimpraswil Kota Bima. Tetapi untuk mengatasinya sementara, Pemkot Bima melakukan pendropan air bersih menggunakan mobil tangki. (TIM VISIONER/BERSAMBUNG) 

No comments

Powered by Blogger.