Header Ads

Pertarungan “Tidak Seimbang”, Khaeruddin Menangkan Kongres Luar Biasa Askab PSSI Kabupaten Bima

Fokus Segera Membuat Badan Hukum Untuk Seluruh Club Sepak Bola

Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima Terpilih, Khaeruddin Juraid (Depan Berbaju Kemeja Putih)

Visioner Berita Kabupaten Bima-Beragham dinamika yang terjadi jelang Kongres Luar Biasa menjadi Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima periode 2021-2026 telah usai. Tekad Khaeruddin Juraid untuk menjadi Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima pun kini trlah terwujud. Sementara mimpi Harwoto untuk menjadi nakhoda bagi Askab PSSI Kabupaten Bima juga “terkubur”.

Pada perhelatan pemilih Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima yang digelr di Kompi 742/SWY, perhelatan bergensi itu dimenangkan  dengan mudah oleh Khaeruddin. Dari 16 peeserta pemilih, Khaerudin berhasil memperoleh 11 suara. Sementara lawanya yakni Harwoto hanya hahmpu memperoleh 5 suara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh sejumlah Awak Media melaporkan, pertarungan perebutan menjadi Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima tersebut berlangsung ketat dengan alasan keamanan. Sejumlah Awak Media disebut-sebut tidak diperkenankan untuk melakukan peliputan secara langsung. Perlakuan yang sama juga berlaku untuk masyarakat umum (tidak diperkenankan untuk masuk di dalam Kompi 742/SWY.

Masih menurut informasi yang dihimpun oleh sejumlah Awak Media, pertarungan merebut Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima juga berlangsung “tanpa dinamika”. Namun hanya diskor beberapa saat saja karena Harwoto mengajukan protes atas surat permohonanya yang tidak ditanggapi oleh Panitia pelaksana Kongres Luar Biasa  menyoal lokasi pelaksanaan Kongres dimaksud.

Usai terpilih menjadi Ketua Askab PSSI Kabupaten Bima priode 2021-2026, Khaeruddin menyampaikan ucapan terimakasih kepada para votters club yang telah meletakan amanah kepadanya. Ucapan yang sama juga disampaikanya kepada Komite Pmililihan, , Panitia Pemilihan dan Komite Banding sehingga Kongres Luar Biasa tersebut berjalan dengan lancar, aman serta sukses.

“Terkait kemenangan saya ini merupakan kemenangan kita bersama. Kemangan ini juga merupakan kemenangan generasi muda sepak bola di Kabupaten Bima. Oleh karenanya, saya menyatakan bahwa kompetisi telah berakhir. Maka saatnyalah kita berkolaborasi membangun Kabupaten Bima sekaligus membangun-membina generasi muda di Kabupaten Bima melalui dunia sepak bola,” tegas Khaeruddin kepada sejumlah Awa Media di Rumah Makan 2 M Kota Bima, Kamis (16/9/2021).

Setelah memenangkan perhelatan bergengsi tersebut, Khaeruddin menjelaskan bahwa dalam waktu segera pihaknya akan membentuk Pengurus Askab PSSI Kabupaten Bma. Selain itu, setidaknya ada 4 hal paling substantif yang akan dilakukanya terkait dunia sepak bola di Kabupaten Bima yang sudah teridentifikasi dan hal itu mutlak untuk dituntaskan.

Yang pertama adalah terkait dengan infrastruktruktur dan lapangan sepak bola. Insfrastruktruktur dimaksud adalah soal lapangan. Sementara kelembagaan adalah terkait dengan kantor dan tata kelola. Pasalnya, sampai dengan hari ini Askab PSSI Kabupaten Bima belum memiliki kantor (sekretariat)

“Sampai dengan hari ini kita tidak tahu bahwa kantor PSSI Kabupaten Bima itu di mana. Oleh karena itu, kita sedang berupaya berjuang agar tata kelola kelembagaan (oraganisasi) harus kita raih, dan infrastuktur harus diperbaiki,” tegasnya.  

Masalah kedua yang yang sudah teridentifikasi yakni tidak adanya pelaksanaan kopmetisi yang bersifat reguler dan berjenjang. Sementara turnamen-turnamen sepak bola yang dilakukan selama ini hanya berada pada kategori Tarkam, salah satunya seperti Open Turnamen sepak bola yang dilaksanakan oleh Galaxi hari ini.

“Idealnya, Askab itu harus punya liga dan itu yang akan kita upayakan untuk ke depan. Tujuanya agar pembinaanya jelas dan terukur. Itu adalah masalah kedua yang telah teridentifikasi,” bebernya.

Masalah ketiga, yakni terkait dengan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam kaitan itu, Askab Bima memiliki persoalan terkait terbatasnya jumlah pelatih yang berlisensi, minimlnya wasit yang berlisensi dan soal tenaga medis, dan terkait dengan pembinaan usia dini.

Masalah keempat yang sudah teridentifikasi, dijelaskanya yakni terkait dengan pembiayaan dunia sepak bola di Kabupaten Bima.  

“Selama ini yang kita tahu, bahwa sebelum zaman Liga yakni Perserikatan sesungguhnya uyang daerah bisa digunakan untuk membiayai sepak bole. Namun sekarang hal itu tidak diperbolehkah lagi. Untuk itu, kami harus mampu mendorong club-club bisa lebih profesional,” terangnya.

Langkah pertama yang akan dilakukanya dalam kaitan itu, yakni mendorong club-club sepak bola diu Kabupaten Bima agar berbadan hukum. Hal bertujuan agar tata kelola dunia sepak bola bisa dilaksanakan secara transparan dan amanah.

“Pada dunia sepak boleh ini, tentu saja banyak yang bisa membantu. Salh satu contohnya, di kampung-kampung jika ada ada open turnamen sepak bola maka masyarakat mengumpulkan uang. Itu yang kami alami sekarang. Fenomena itu saya perhatikan dari Wera, Sape, Lambu, Langgudu dan lainya. Ini nyata adanya, masyarakat mengumpulkanuang hanya untuk ikut open turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Galaxi Cup tahun 2021 di Kota Bima yang saat ini sedang kita saksikan bersama,” jelasnya.

Hal tersebut diakuinya sebagai potensi besar, dan itu juga masalah. Namun diakuinya bahwa di balik itu ada potensi yang luar biasa di Bima ini.  

“Kita punya potensi angkatan muda kerja yang besar. Usia produktif kita tinggi sekali (bonus demografi). Animo masyarakat Bima terhadap dunia sepak boleh juga sangat tinggi. Itu tercermin kepada bahwa masyarakat mengumpulkan uang hanya untuk ikut open turnamen Galaxi Cup yang sedang kita saksikan bersama saat ini,” ungkap Khaeruddin.

Masih  soal fenomena dunia sepak boleh di Kabupaten Bima, ruang kreatif anak muda untuk ke depanya harus dibuka. Untuk itu, Khaer memastikan bahwa hal tersebut merupakan Pekerjaan Rumah (PR) Akab PSSI Kabupaten Bima untuk ke depan.

“Dalam 100 hari ini, kita memastikan akan melaksanakan agenda Rapat Kerja (Raker). Kita sedang melobi agar ada Sekretarian PSSI di Kabupate Bima. Dan kita sedang mengupayakan agar di akhir tahun 2021 untuk mengadendakan pelatihan bagi Pelatih dan Wasit bisa dilaksanakan di Kabupaten Bima. Sekali lagi, Insya Allah pelatihan bagi Pelatih dan Wasit agar berlisensi tersebut tidak akan melewati tahun 2021,” tuturnya.

Soal belum adanya Sekretariat PSSI yang dimaksudkan, Khaeruddin mengaku bukan saja terjadi di Kabupaten Bima tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia.  

“Selama ini khususnya PSSI di Kabupaten Bima hanya menginduk ke KONI. Sekarang kita ingin PSSI Kabupaten Bima memiliki Sekretariat sendiri,” harapnya.

Sebab, sepak bola ini merupakan olah raga dengan peminat paling banyak. Angka penonton sepak bola di dunia sampai dengan hari ini, dijelaskanya mencapai 3 miliar.

“Di Kabupaten Bima, pada pertandiungan Tarkam saja masyarakat yang hadir sebagai penontonya membludak. Itu bukan berarti bahwa kita minta bahwa dunia sepak bola d Kabupaten Bima dijadikan sebagai anak emas. Tetapi kita hanya minta agar ruang bagi penyerapan anak muda berbakat lebih besar ketimbang Cabang Olah Raga (Cabor) lain yang sifatnya hanya “pribadi-pribadi”,” kata Khaeruddin.

Sementara untuk penyusunan Pengurus Askab Kabupaten Bima, ditegaskanya harus berbasiskan dua hal yakni kompetenti dan wilayah. Maksudnya, yang bisa masuk sebagai Pengurus Askab Kabupate Bima adalah benar-benar SDM yang profesional, kompoten dan itu harus merepresentasikan wilayah

“Sebagai salah satu contohnya, masih ada beberapa Kecamatan yang belum terakomodir ke dalam Kepengurus Askab Kabupaten Bima ini. Maka lagkah pertama yang akan kami lakukan dalam kaitan itu adalah meregistrasi kembali club-club sepak bola yang ada. Jadi 15 club yang ada ini kita resgistrasu ulang. Kita bikin buatkan persyaratan-persyaratanya,” tegas Khaeruddin.

Masih soal itu, Khaeruddin menginginkan agar para Pengurus Askab Bima ini benar-benar menjadi inspirasi di masing-masing wilayahnya.

“Mohon maaf, sampai sekarang tak ada SDM dari Kecamatan Donggo yang masuk dalam kepengurusan Askab Kabupaten Bima. Olehnya demikian, maka SDM Pengurus Askab Kabupaten Bima yang berasal dari Kecamatan Donggo harus ada, yang bersangkutan harus bisa menjadi inspirator bagi kemajuan dan perkembangan dunia sepak bola di wilayahnya. Sekali lagi, Insya Allah keterwakilan wilayah dan kopentensi menjadi dua hal paling mutlak dalam kepengurusan Askab Kabupaten Bima,” paparnya.

Dari 15 cklub seoak bola yang ada di Kabupaten Bima, diakuinya baru satu club sudah memiliki badan hukum. Seentara club-club sepak bola di Indonesia, semuanya berbadan hukum. Salah satunya Persija yang dikelola oleh PT Persija.

“Persatuan Sepak Bola Bima (Persebi) juga nanti akan didorong agar berbadan hukum (PT). Dan itu juga yang diinginkan oleh Ketua Asprov NTB, H. Mori Hanafi. Beliau menginginkan agar club-club sepak bola di NTB memiliki badan hukum,” ulas Khaeruddin.

Jika club-club sepak bola di Kabupaten Bima dikelola secara profesional dan memiliki pada hukum, maka Khaerudin meyakini bahwa dunia sepak bola akan bisa maju dan berkembang sesuai ekspektasi semua pihak.

“Satu saja keunggulan kita, Pak. Kita ini tidak pernah berkhayal bahwa Persebi menjadi juara Liga I dan juara Liga II. Kita ingin menjadikan Bima ini sebagai salah satu pusat bibit    Nasional. Lewat Askab ini kita ingin club dibenahi agar muncul pemain-pemain muda berbakat. Sehingga pada saatnya nanti,  club-club besar Nasional jika ingin mencari pemain yang bagus maka mereka ke Bima. Sebab, kita sudah punya dua orang pemain Nasional yang yang menjadi Endoser yakni Adi Setiawan dan Rangga. Dengan potensi kedua orang anak tersebut, maka akan kita sinergikan dengan pembinaan dunia sepak boleh yang baik dan profesional,” pungkas Khaeurddin. (FAHRIZ/GILANG) 

No comments

Powered by Blogger.