Header Ads

Ini Jawaban Aktualnya, Kadis PUPR NTB Targetkan Jembatan Rabasolo Kota Bima Tuntas Desember 2021

Tim Dinas PUPR Provinsi NTB Saat Meninjau Secara Langsung Kelanjutan Pembangunan Jembatan Rabasalo Kota Bima

Visioner Berita Kota Bima-Lebih dari setengahtahun jembatan Rabasalo yang terletak di Kelurahan Penatoi Kecamatan Raba-Kota Bima. Diduga adanya oknum tertentu yang menyeret nama Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE tewrkait hal itu. Bahkan oleh oknum tertentu tersebut, bahwa mangkraknya pembangunan jembatan Rabasalo itu merupakan kegagalan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Padahal, pembangunan jembatan Rabasalo tersebut merupakan kewenangan Pemprov NTB. Sebab sumber anggaran bagi pembangunan jembatan tersebut adalah dari APBD II NTB. Kini mata dan telkinga warga Kota Bima, dihadapkan dengan sebuah pengabdian nyata dari Pemporov NTB yang dikenalikan secara langsung oleh Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah. 

Sementara terkait pembangunan jembatan Rabasalo tersebut berhasil dilaksanakan atas dasar bangunan komunikasi yang intens antara Walikota Bima yang sekarang dengan Gubernur NTB. Dan inilah jawabanya aktualnya,-

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwan Syah, M.Sc, MM, M.Tp, mentargetkan pekerjaan jembatan Rabasalo (Salo), di Jl. Gajah Mada, Kota Bima selesai Desember 2021. Hal itu disampaikan saat monitoring pekerjaan jembatan Salo, Jum'at (01/10/2021) kemarin.

Pihaknya mengaku, sebelumnya ada kendala dalam penyelesaian pekerjaan jembatan tersebut. Karena diberlakukannya PPKM Jawa-Bali, oleh pemerintah pusat terkait pengendalian Covid-19.

"Jembatan Salo ini dulunya menggunakan type Box Culvert dengan panjang bentang 20m. Ditinjau dari model typenya sudah tidak layak untuk saat ini. Sehingga, kita ganti dengan type jembatan beton covencional dengan panjang bentang 20m, lebar 10 meter," jelas Ridwan Syah.

Pria yang akrab disapa Dae Iwan ini menambahkan, bahwa alokasi anggaran untuk jembatan solo Rp 5.466.238.000.  Dengan menggunakan pondasi tiang Bor pile. Sehingga perlu dilakukan pengujian pembebanan dinamis tiang bor pile (test PDLT).

"Alat test tersebut belum ada di NTB. Sehingga, harus kita datangkan alat dan tenaga ahlinya langsung dari Surabaya-Jatim. Kita terpaksa harus menunggu cukup lama. Sekitar 2 bulan. Karena pada saat itu pandemi covid 19 lagi tinggi dan pemerintah memberlakukan PPKM untuk Jawa-Bali," imbuh Dae Iwan

Pekerjaan baru bisa dilanjutkan setelah dilakukan tes PDLT. termasuk untuk proteksi abutment jembatan Salo, harus menunggu selesainya Design dan perhitungan teknis dari konsultan perencana jembatan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah bisa kita mulai melanjutkan pekerjaan plat foer abutment nya. Semoga pekerjaan jembatan Salo bisa kita selesaikan dengan segera. Kita tergetkan Desember 2021 ini sudah selesai. Mohon do'a dan dukungan semua pihak, agar tidak ada hambatan," tandasnya. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.