Header Ads

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Tiga Orang Kakak Beradik Dibantai, Satu Tewas dan Pelaku Dihakimi Massa

Insiden Sadis di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Visioner Berita Kabupaten Bima-Sebuah tragedi berdarah terjadi di RT 07/04 Desa Sanolo Kecamatan Bolo-Kabupaten Bima, Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 11.30 Wita. Tiga orang kakak beradik dibacok oleh seorang pria yang diduga stres, Sukardi (50).

Tiga orang kakak beradik tersebut yakni Nurulsada (17), Mukmin (16) dan Yanti (12). Akibat dibacok oleh pelaku, Yanti tewas di tempat. Sementara kedua kakaknya mengalami luka parah dan sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Sondosia.

Pada peristiwa ini, seorang anggota Polsek Bolo juga mengalami luka tembak pada bagian lengannya. Sebelum ditembak, pistol korban dirampas. Selanjutnya pelaku menembak korban hingga mengalami luka pada bagian lengannya. Kini korban masih dirawat di RS Sondosia Kabupaten Bima bersama dua orang korban lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, kronologis awalnya SK membacok Yanti hingga meninggal di TKP dengan luka dialami korban pada bagian leher dan semua jari tangan kanannya putus. Tak hanya sampai di situ, pelaku membacok Nurulsada dan Mukmin yang saat ini sudah dirujuk di RSUD Bima.

Usai membacok tiga warga itu, pelaku yang juga diduga alami gangguan jiwa itu lari ke arah selatan yakni menuju halaman RSU Sondosia.

Selain membacok tiga orang warga, Sukardi juga menembak polisi dengan menggunakan Revolve atau pistol, karena sebelumnya berhasil merampas pistol milik polisi yang datang untuk mengamankan situasi memanas saat itu. Sementara salah satu anggota polisi yang ditembak alami luka bagian lengan kanan.

Saat berada di halaman RSU Sondosia, pelaku diserang massa hingga berhasil dilumpuhkan dan terkapar di halaman RSU Sondosia. Akibat beringasnya massa saat itu, pelaku alami luka serius yakni luka robek di sekujur tubuh akibat dipukul oleh massa dengan batu dan kayu, dan menghembuskan nafas terakhir di halaman RSU Sondosia.

Kepala Desa (Kades) Sondosia, Jauhari Irfani saat di RSU Sondosia membenarkan peristiwa pembacokan dilakukan oleh Sukardin terhadap tiga warga itu. Dirinya mengetahui setelah mendapat informasi dari aparaturnya.

“Pasca ada info itu langsung ke rumah para korban untuk memastikan kondisi saat itu dan melihat salah satu korban yang sedang sekarat,” terang Kades.

Ditanya apa motif dari kejadian itu, dirinya tidak tahu menahu. “Saya tidak berani mengatakan apa motif dari peristiwa ini. Yang jelas trlah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh Sukardin,” cetus. 

Hingga nformasi terbaru yang di dapat saat ini, dua warga RT 07 Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Bima, Nurulsada dan Mukmin korban yang dibacok oleh Sukardin (52) saat ini dirawat medis di IGD RSUD Bima sangat membutuhkan darah. Kondisi dua korban tersebut sangat memprihatinkan karena mengalami luka dibeberapa bagian tubuh yang sangat parah.

Warga Desa Sondosia, Jul mengatakan, saat ini kondisi dua korban tersebut sangat parah dan membutuhkan pertolongan darah A.

“Kedua korban harus dioperasi dan butuh bantuan darah A,” ujar Jul melalui selulernya.

Sambungnya, untuk mendapatkan darah, dirinya sudah menghubungi berbagai lembaga dan lainnya. Namun sampai saat ini belum ada stok darah yang didapat, sehingga operasi diundur.

“Semoga secepatnya ada yang mau mendonor darah untuk para korban. Sehingga secepatnya dapat dioperasi,” terangnya.

Sementara berdasarkan pantauan, korban yang tewas dibacok atas nama Yanti, jenazahnya masih disemayamkan di kediamannya. Begitu pun jenazah pelaku, saat ini belum dimakamkan sembari menunggu proses penggalian kubur. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.