Header Ads

Kiprah Terbaik Lutfi Untuk PMI Mendapat Apresiasi BPM2I Pusat Hingga Penandatanganan MoU

Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE Pada Momoment Konferensi Pers Usai Penanandatanganan MoU dengan Kepala BP2MI Pusat di The Stones Hotel Kuta Bali (4/11/2021)

Visioner Berita Denpasar, Bali-Dalam sejarah terbentuknya Kota Bima, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE tercatat yang pertama kali memiliki perhatian khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Bima ke Luar Negeri (LN). Betapa tidak, sarana dan fasilitas yang dianggap memadai hingga sukses mengantarkan 5 orang PMI asal Kota Bima ke Jepang dengan gaji masing-masing Rp27 juta per bulan (gaji bersih) setelah melewati tahapan pelatihan bahasa dasar Jepang belum lama ini, tercatat sebagai salah satu tranding topik yang dibahas oleh sejumlah kalangan.

Lima orang warga asal Kota Bima yang berangkat ke Jepang tersebut, direkrut dari Akademi Keperawatan (AKPER) dan SMKN Kelautan di Kota Bima. Dan dalam waktu dekat, lima orang warga asal Kota Bima ini akan berangkat ke Jakarta. Dijelaskan bahwa di Jakarta nantinya, mereka akan mengikuti kegiatan pelatihan selama 6 bulan.

Hasil dari tangan dingin Lutfi dalam kaitan itu, diakui telah mampu memberikan efek positif dalam bentuk peningkatan ekonomi kesejahteraan bagi lima orang PMI ini beserta keluarganya. Apresiasi, terimakasih, bangga dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Lutfi juga kerap kali disampaikan oleh 5 orang PMI ini.

Salah satu kiprah terbaik Lutfi dalam kaitan itu, bukan saja mendapat apresiasi dari berbagai pihak terutama lima orang PMI asal Kota Bima ini beserta keluarganya. Tetapi juga diapresiasi oleh BP2MI Pusat dan Menteri Menpan-RB RI. Bentuknya, sebagai bentuk kepedulianya nyatanya terhadap PMI tersebut-Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BP2 MI, Kamis (4/11/2021).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Walikota Bima dengan Kepala BP2MI, Benny Rahamdani pada Kamis (4/11/2021) di The Stones Hotel Kuta Bali. Pada moment tersebut juga hadir Menpan-RB RI, Cahyo Kumolo. Dan di moment itu pula, Lutfi didampingi oleh Kadis Nakertrans Kota Bima, Ir. H. Tafsir A. Majid, M.Si.

Liputan langsung sejumlah Awak Media pada moment tersebut melaporkan, kegiatan yang dinilai spektakuler ini dibuka secara resmi oleh Menpan-RB RI, Cahyo Kumolo. Kegiatan ini juga diranghkaikan dengan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) BP2MI dengan 6 Daerah dan Gubernur Bali.

Usai kegiatan tersebut berlangsung, Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE dalam konferensi persnya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BP2MI yang telah berupaya maksimal  mengurangi beban PMI agar tidak terjebak oleh perilaku sekaligs tindakan para calo. Sementara penandatangan MoU tersebut, salah satu esensinya adalah agar PMI melewati prosedur yang legal serta menjamin keselamatan dan kesejahteraanya di (LN)

"Diharapkan agar MoU yang telah ditandatangani ini, para pekerja kita merasa lebih terjamin terutama keselamatan pada saat bekerja dan meminimalisir permasalahan mereka yang akan mereka hadapi,” harap Lutfi.

Secara terpisah, Kadis Nakertrans Kota Bima, Ir. H. Tafsir A. Majid, M.Si yang dimintai komentarnya menjelaskan bahwa Walikota Kota Bima diundang untuk menandatangani MoU tersebut karena keberhasilnya membuktikan karya nyatanya melalui mencetak sejumlah PMI asal Kota Bima yang sesaat lagi akan berangka ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan pelatihan selama 6 bulan. Dan selanjutnya akan berangkat menjadi PMI di Jepang.

“Kerja nyata Walikota Bima dalam kaitan itu, Alhamdulillah diapresiasi oleh Pemerintah Pusat (Pempus) melalui BP2MI. Terus terang saja, H. Muhammad Lutfi, SE merupakan Walikota Bima pertama yang memiliki perhatian khusus bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi PMI asal Kota Bima serta kelaurganya,” ungkap Tafsir.

Setelah MoU tersebut ditandatangani, Tafsir menjelaskan akan ada langkah-langkah nyata Walikota Bima untuk PMI asal Kota yang direkrut melalui jalur formal. Yakni membangun sinergitas dengan pihak BP2MI pusat dan menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui program-program pelatihan dan lainya.

“Ada informasi terbaru yang kami terima dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bahwa tiga Negara seperti Jerman, Korea dan Jepang telah membuka ruang bagi PMI,” terang Tafsir.

Untuk pelatihan CPMI yang akan direkrut di Kota Bima nantinya, pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timurt (Lotim) sebagai perpanjangan tangan Kementerian yang ada di daerah.

“Pada Rapak Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan di Mataram belum lama ini, kami tintantang untuk merekrut sebanyak 1.800 orang PMI untuk ke Jepang, Jerman dan Korea. Bahkan kami ditantang apakah kegiatan pelatihanya dilaksanakan di Bima atau di Lotim. Terkait tantangan itu, kita akan melakukan pengkajian terlebih dahulu,” papar Tafsir.

Soal kesiapan tenaga Tutor untuk kegiatan pelatihan bagi CPMI yang ada di Kota Bima, hal itu dijelaskanya perlu dilakukan pengkajian secara bersama-sama nantinya dengan staf yang ada di Diasnakertrans Kota Bima.

“Kemungkinan nantinya kita akan fokuskan pelatihan bahasa dasar Jepang. Sementara pelatihan bagi CPMI yang direkrut ke Jerman dan Korea, kemungkinan besar akan dilakukan di BLK Lotim-NTB,” katanya.  

Selain dari itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemberdayaan bagi eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dan itu hanya satu-satunya di Kota Bima. Namun karena anggaran yang sudah dilakukan refocussing, tetapi perhatian pihak BP2MI Pusat terhadap Kota Bima sungguh luar biasa.

“Hal itu karena BP2MI melihat konsistensi Kota Bima di dalam melakukan pemberdayaan dan perlindunga terhadap CPMI Kita. Untuk akhir tahun ini (2021), kita akan melakukan pemberdayaan terhadap eks TKI asal Kota Bima. Mereka akan ditingkatkan kualitasnya dari TKI menjadi PMI. Upaya ini bertujuan untuk menghindari praktek pengiriman TKI ke LN secara il;egal oleh pihak tertentu,” pungkas Tafsir. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.