Perjuangan Bongkar Bandar Diapresiasi Tapi Badai NTB “Sangat Dekat Dengan Didik Sindikat”

Mabes Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB Segera Didesak “Periksa” Badai NTB

Badai NTB dan "Orang-Orang Dekatnya"

Visioner Berita NTB-Munculnya Uswatun Hasanah alias Badai NTB dan kawan-kawan (dkk) “seolah jadi jurang kematian” bagi para bandar Narkotika jenis sabu di Kota Bima, Kabupaten Bima dan di Kabupaten Dompu-Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengungkapan kasus bandar sabu dan orang-orangnya, tercatat dalam bagan kloter bentukan Badai NTB.

Konsentrasi p-embongkaran kasus itu oleh Badai NTB dkk, tercatat terpusat di tiga daerah dimaksud (Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu). Bahkan dalam kasus ini, Badai NTB terseret ke ranah hukum setelah dilaporkan oleh puluhan orang di sejumlah Polres di Wilayah Hukum (Wilkum) Polda NTB atas dugaan pencemaran nama baik. Namun penanganan kasus ini terkesan mangkrak, antara lain di Polres Bima Kota dan di Polres Bima serta di Polres Dompu, walau tahapan penangananya sudah ditingkatkan ke tahapan Penyidikan.

Soal Badai NTB, Ketua DPD GRIB Jaya NTB yakni Iskandar kembali bersuara lantang. Sosok blak-blakan seolah tak punya beban ini menegaskan, perjuangan keras Badai NTB dkk dalam membongkar bandar sabu dan pengikutnya yang dicatat dan diumumkan ke dalam bagan kloter yang kemudian disebar luaskan di beranda maya (Medsos) patut diapresiasi. Dan Iskandar menyebutkan bahwa Badai NTB sebagai “sosok peremnpuan Bima yang berani”.

“Patut diapresiasi, walau terkadang pengumuman soal kloter sabu milik Badai NTB dkk itu sempat macet sekitar setahun lamanya. Dalam kaitan bongkar bandar sabu, kita butuh banyaksosok perempuan yang berani seperti Badai NTB, tetapi harus jujur dan mutlak menterjemahkan bahwa sesungguhnya hidup adalah sahabat saudara kandungnya kematian (bertanggung jawab di hadapan Allah SWT), bukan “sumpah palsu”,” tegas Iskandar kepada Media Online www.visionerbima.com, Selasa pagi (17/2/2026).

Iskandar membongkar, ada gerak tak objektif yang dilakukan oleh Badai NTB dkk dalam kasus pembongkaranbandar sabu dan pengikutnya. Yakni lebih fokus ke Kota Bima, Kabupaten Bima dan di Dompu-NTB. Tetapi di Pulau Lombok, khususnya di Kota Mataram yang diduga sebagai wilayah yang “menyuplay” ungkap Iskandar, sejak awal hingga saat ini tidak pernah disentuh oleh Badai NTB dkk.

“Tak salah jika ada yang menyebutkan bahwa Kloter itu bersifat buka-tutup. Ada pula nama yang semula dimasukan ke dalam kloter sabu, namun kemudian dihapus kembali oleh mereka. Hal itu selain diduga sarat dengan praktik negosiasi, juga dipicu oleh konstruksi investigasi yang digunakanya ditengarai dibangun atas dasar money oriented (berujung duit”.” Duga Iskandar.

Dalam dua bulan terakhir ini tegas Iskandar, Publik di NTB yang semula memuji Badai NTB dkk dalam pengungkapan kasus bandar sabu itu, sangat terpukul karena adanya pengakuan Badai NTB melalui acara live dengan salah satu Host di Mataram NTB. Yakni Badai NTB mengaku dengan sangatn jujur yakni memiliki perjalanan panjang dengan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.IK, M.Si yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan terlibat dala jaringan Narkoba pasca mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, SH, MH di PTDH dan dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan yang sama.

“Badai NTB sendiri yang mengakui memiliki rekam jejak perjalanan panjangnya dengan Didik Putra Kuncoro. Dan Badai NTB sendiri yang membongkar bahwa dirinya sering bertemu dengan Didik Putra Kuncoro. Jejak digital dalam kaitan itu pun hingga kini belum terhapus di beranda maya dan bahkan kini terus disebarkan secara luas oleh para Netizen. Kisah ini semacam senjata makan tuan,” timpal Iskandar.

Pleh sebab itu, Iskandar mendesak Bareskrim Polri dan Kapolda NTB, Irjend Pol Edy Murbowo, M.Si agar segera mendalaminya. Pasalnya papar Iskandar, bukan tidak mungkin Badai NTB dkk berada mata mata rantai jaringan Didik, Malaungi dan karol dalam kasus sabu, walau diduga memiliki peran yang berbeda-beda..

“Untuk memastikan bahwa Didik dan Malaungi akan bernyanyi soal unik yang satu ini, Bareskrim Polri agar segera melakukan upaya pemeriksan secara khusus kepada Didik Putra Kuncoro, dan Kapolda NTB melalui Ditresnarkoba Polda segera melakukan pemeriksan secara khusus kepada Malaungi. Dalam kasus ini, Insya Allah kami dari DPD GRIB Jaya NTB akan berangkat ke Jakarta dalam waktu dekat untuk melakukan koordinasi terpusat dengan DPP GRIB Jaya, selanjutnya ke Mabes Polri,” tutur Iskandar.

Iskandar kembali menduga, “kedekatan” antara Badai NTB dengan Didik Putra Kuncoro tersebut menjadi salah satu pintu masuk bagi publik yang melahirkan beragam spekulasi dan asumsi. Antara lain, Badai NTB diduga sebagai “benteng utama” bagi peredaran Narkotika jenis sabu di Pulau Sumbawa.

“Indikasi itu tercermin melalui nama Didik Putra Kuncoro, Malaungi serta terduga sindikat sabu asal Dompu yakni BL yang tidak pernah tercatat dalam kloter Narkotika jenis sabu bentukan Badai NTB dkk. Khususnya bagi kaum Intelektual sangat mampu membaca situasi ini, beda ceritanya dengan para pengikut Badai NTB yang tergolong baru pegang Handphone (HP) Android,” sentil Iskandar.

Soal penangkapan Didik Putra Kuncoro, Malaungi dan Karol dalam kasus dimaksud, atas nama GRIB Jaya Iskandar menyampaikan apresiasi, terimakasih, bangga, bangga dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda NTB dan Ditresnarkoba setempat serta Kapolri, Jenderal Listyo Sigit melalui Kabareskrim Polri.

Di balik oknum Polisi berkelakuan buruk, tentu saja masih sangat banyak personil Polisi baik di Indonesia. Hal itu tercermin melalui tertangkapnya Didik Putra Kuncoro, Malaungi dan Karol. Dan atas nama GRIB Jaya, kami mendesak agar ketiga oknum Polisi dihukum dengan seberat-beratnya, bahkan kalau bisa ya dipidana mati. Dan kepada Mabes Polri dan Kapolda NTB, kami atas nama GROB jaya mendesak agar Badai NTB dkk segera dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan secara serius guna mengungkap kedekatanya dengan sejumlah oknum Polisi dimaksud,” imbuh Iskandar. (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/DK/DINO) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.