Header Ads

Ketua IDI Kota Bima:Saya Pastikan Tak Ada Nama dr.Frima Hafiz Dalam Daftar IDI Kota Bima

Inilah Frima Hafiz

Visioner Berita Kota Bima-ID Card atas nama Frima Hafiz telah beredar di Bima. Pada ID Card tersebut, dijelaskan bahwa Frima Hafiz berprofesi sebagai Dokterr Bedah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima.

Namun hal tersebut justeru dibantah keras oleh Dirut RSUD Kota Bima, dr. Agus. “Saya tegaskan tidak ada nama dr. Frima Hafiz sebagai Dokter bedah di RSUD Kota Bima ini,” tegas Agus menjawab Media Online www.visionerbima.com, Jum’at (10/12/2021).

Sementara Kadis Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M.Si yang dimintai tanggapanya menyatakan jika Dirut RSUD Bima sudah menyatakan demikian, maka tak ada yang bisa membantahnya. Sebab, Agus sebagai Dirut RSUD Kota Bima paling tahu tentang nama-nama Dokter yang ada di sana.

“Agus yang paling tahu tentang nama-nama Doker yang ada di sana. Jika Agus sudah menjelaskan bahwa nama Frima Hafiz tidak ada di RSUD Kota Bima, maka itu harus dipercaya. Selebihnya saya tidak bisa berkomentar,” tegas Azhari, Jum’at (10/12/2021).

Secara terpisah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bima, dr. H. Muhammad Ali yang dimintai tanggapanya memastikan tidak ada yang namanya dr. Frima Hafiz pada Organisasi IDI Kota Bima. “Dalam Organisasi IDI Kota Bima tidak ada nama itu,” tegasnya menjawab Media ini, Jum’at (10/12/2021).  

Oleh sebab itu, dr. H. Muhammad Ali meminta semua pihak termasuk Media Massauntuk menyelidikinya. Jika nama tersebut tidak tercantum dalam Organisasi IDI Kota Bima bisa disebut gadungan?. “Bisa jadi dia itu oknum dr. gadungan,” duganya.

Dan jika pada alamat yang tercantum dalam KTP tersebut tidak ditemukan orangnya di Jalan Langsat Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba-Kota Bima, dr. H. Muhammad Ali mensinyalir adanya tujuan lain oleh yang bersangkutan.

“Diduga dia mencatut nama Dokter dan merekayasa domisilinya untuk tujuan melakukan penipuan. Oleh karena itu, saya atas Ketua IDI Kota Bima menghimbau kepada masyarakat di manapun berada agar berhati-hati,” imbuhnya.

Apakah pihaknya akan melaporkan secara resmi terkait hal ini karena diduga telah mencoreng nama IDI, hingga detik ini belum dijelaskan oleh dr. H. Muhammad Ali.

Untuk membuktikan apakah yang bersangkutan bernar-benar berdomisili di Jalan Langsat Nomor 1, RT 005/007 Kelurahan Rabangodu Kecamatan Raba-Kota Bima, Media ini pun melakukan investigasi pada Jum’at sore (10/12/2021). Seorang warga Rabangodu, Radit memastikan tidak ada nama itu di Lingkungan tersebut. “Tidak ada nama itu di sini,” ungkap Radit.

Radit kemudian mengungkap, nama tersebut sempat terkuak dan ramai dibicarakan sekitar beberapa tahun silam. Namun baru kali ini dipublikasi oleh Media Massa.

“Keluarga saya yang kerja di salah satu Puskesmas mengungkap bahwa nama itu sempat dibicaraka banyak orang beberapa tahun silam. Dia disebut-sebut bukan berprofesi sebagai Dokter. Keluarga saya menduga bahwa yang bersangkutan adalah Dokter gadungan,” ungkap Radit.

Sementara itu, Frima Hafiz yang dimintai tanggapanya melalui saluran WAnya pada Jum’at (10/12/2021) tak banyak berkomentar. Benarkan Anda berprofesi sebagai Dokter Bedah dan bekerja di RSUD Kota Bima?. “Maksudnya apa?,” sahutnya.

Ketua IDI Kota Bima menegaskan bahwa nama Anda tidak ditemukan di Organisasi IDI Kota Bima. Bagaimana kemudian anda bisa membantahnya?. Direktur Utama RS Asakota Kota Bima juga menegaskan tidak ada nama Anda sebagai Dokter Bedah disana. Bagaimana kemudian Anda bisa membantahnya?.

Dua pertanyaan esensial ini sama sekali tidak dijawab oleh yang bersangkutan. Kecuali, dia hanya membaca saja dua pertanyaan dimaksud.

Sedangkan seorang sumber terpercaya mengungkap, identitas yang bersangkutan sebagai Dokter Bedah pada RSUD Kota Bima  beredar setelah rencanananya menjual satu unit sepeda motor merk Kawasaki 250 Cc warna merah kepada “seseorang”.

“Iya, sebelumnya dia ingin menjual sepeda motornya kepada “seseorang”. Hanya saja uang untuk membayar sepeda motor tersebut belum ditransfer oleh “seseorang” dimaksud. Lagi pula sepeda motor tersebut belum diserahkan oleh yang bersangkutan kepada “seseorang” itu,” ungkapnya. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.