![]() |
| Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid sambangi peserta penerima manfaat sembako murah di Kecamatan Donggo, Senin (18/5) |
Visioner Berita Kabupaten Bima-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Mirah Midadan Fahmid kembali menyisir wilayah Kecamatan Donggo Kabupaten Bima melalui program "Gerakan Pangan Murah" yang berkerjasama dengan perum Bulog pada, Senin (18/5/2026).
Data yang kami himpun, sejumlah 250 peserta penerima manfaat sembako murah Mirah Midadan Fahmid di Kecamatan Donggo, masing-masing desa di Kecamatan setempat merekomendasikan peserta dengan kriteria miskin ekstrim dan terdaftar di desil 1-3.
Warga yang merasa dirinya terpilih dalam program itu turut berbondong-bondong menyerbu sembako murah di Kantor Pemerintah Kecamatan Donggo.
Sementara pihak Bulog sendiri, turut ikut dalam proses transaksi jual-beli dengan skema kerja sama, senator Mirah Midadan Fahmid membeli paket sembako jenis beras premium netto 5 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter ke Bulog dengan harga Rp120.000.00, kemudian dijual ke warga atau penerima manfaat dengan harga yang sangat murah Rp40.000.00.
"Jadi selisih harga itu yang kita subsidi, yah! tujuan untuk mempermudah, meringankan beban masyarakat apalagi Minggu depan hari raya idul Adha, pasti masyarakat butuh itu," tutur DPD RI, Mbak Mirah sapaan akrabnya saat di tanya wartawan Visionerbima.com.
Untuk paket minyak goreng, kata dia, harusnya dua- tiga liter per 1 paket tapi karena kendala stok di Kabupaten Bima dirinya upayakan satu liter disetiap paket itu.
Mengapa harus program gerakan Pangan Murah ? Menurut mbak Mirah, dirinya lebih fokus memikirkan perut orang. Karena kita dalam kondisi terpenuhi perutnya tentu akan aktif hidupnya untuk berkerja, dan berfikir.
"Tapi kalo masih kelaparan, saya berpikir sebagai wakil daerah, orang yang mendapatkan amanah dari rakyat langsung, saya tidak mau melihat masyarakat yang masih kelaparan," imbuhnya.
Sala satu cara, sambung dia, adalah mencoba menghadirkan program pangan murah kendati hanya tiga item tapi ibu-ibu rasa-rasanya masih menggunakan itu.
"Beras kita masih membutuhkan setiap hari, minyak goreng juga masih dipake ibu-ibu walaupun hanya 1 liter yang bisa kita stokan sekarang, gula pasir bapak-ibunya masih minum kopi jadi masih dibutuhkan. Saya rasa itu 3 item yang mendasar tapi cukup membantu," tegasnya.
Senator Republik Indonesia alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar pada tahun 2015 itu, juga merasa senang sekali ke Kecamatan Donggo. Dirinya mengaku baru dua kali ke Donggo, kali pertama datang kampanye meminta dukungan sementara hari ini yang kedua kalinya hadir dengan niat membantu orang.
"Rasanya lebih ringan, semoga kedepannya Kecamatan Donggo lebih produktif karena pertanian dan lingkungan yang masih sangat bagus," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah 250 paket sembako ludes diburu warga karena harganya yang sangat murah. Warga yang ikut dalam kegiatan, Sri Wahyuningsih, warga asal Desa O'o - Donggo dalam keterangannya merasa haru dan terbantu sekali dengan dihadirkan program ini.
Menurutnya, sembako Mirah Midadan Fahmid sangat murah dengan yang dijual toko-toko atau di kios-kios. Ia berharap program gerakan Pangan Murah Mirah Midadan Fahmid dilaksanakan setiap hari di Kecamatan Donggo.
"Alhamdulillah! Terbantu sekali, semoga mbak Mirah Midadan Fahmid berkesempatan lagi ke Donggo dengan program- progam pangan yang murah meriah seperti ini," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan gerakan Pangan Murah Mirah Midadan Fahmid yang dilaksanakan di aula kantor Camat Donggo tersebut, selain ratusan peserta juga didampingi Pemerintah Kecamatan Donggo, Kepala Desa se-Kecamatan Donggo.(rr)
