Header Ads

Jembatan “Besar” Berpagu Miliaran di Tangga Terancam Patah?

Inilah Kondisi Terkini Pembangunan Jembatan di Tangga itu
Visioner Berita Bima-Sebuah bangunan tergolong besar yang dikerjakan dengan pagu sebesar Rp3,6 M lebih oleh PT Citra Putera La Terang di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima pada 2017, diduga terancam patah. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut, bersumber dari APBD 2 Kabupaten Bima tahun 2017. Data tersebut, diperoleh Visioner melalui saluran website LPSE Kabupaten Bima.

Investigas langsung koresponden Media ini mengungkap, tumbuh jembatan mulai dari utara sampai ke bagian selatannya terlihat sudah melengkung ke bawah. Karenanya, beberapa warga sekitar menduga bahwa hal tersebut jadi gambaran bahwa jembatan itu terancam patah. Sepertinya, jembatan tersebut belum selesai dikerjakan oleh pelaksana proyek. Indikasi itu ditemukan melalui kayu-kayu penyanggah masih tertancap pada batang tubuh jembatan tersebut.

“Jika kayu penyangganya dilepas, kami menduga bahwa jembatan tersebut akan patah. Tanda-tanda awal yang menduga bahwa jembatan itu akan patah jika kayu penjanggahnya dilepas terlihat pada keretakan amat serius pada sudut bagian utaranya. Oleh karenanya, diduga pelaksanaan peoyek pembangunan jembatan ini tidak berbanding lurus dengan RAB dan gambarnya,” duga sejumlah warga Tangga, Rabu (6/9/2018).

Keretakan serius pada salah satu sudut jembatan itu tampak jelas
Kabar lain yang dihimpun Media ini mengungkap, TIM PHO pada Pemkab Bima disebut-sebut belum turun ke lapangan untuk melihat secara langsung terkait kondisi jembatan yang diduga akan patah itu. Pun diduga demikian halnya dengan Instansi terkait yang paling bertanggungjawab terkait pembangunan jembatan itu. “Kondisi ini sudah lumayan lama. Kayu penyanggah jembatan ini belum berani dilepas, karena diduga akan berakibat fatal alias patahnya jembatan ini,” sebut sejumlah warga tersebut dengan nada khawatir.

Seorang warga yang juga bekerja sebagai TKSK Monta yakni Kisman, SH juga membenarkan sebuah kondisi “mengkhawatirkan” terkait bangunan jembatan itu. Oleh sebab itu, mantan aktivis Bima beberapa tahun silam ini, mendesak pihak terkait agar segera turun kelapangan melihat langsung fakta terkini terkait pembangunan yang menghabiskan anggaran negara miliaran rupiah itu. “Kita tidak perlu bercerita secaradetail di Media Sosial (Medsos), tetapi silahkan melihat langsung bagaimana fakta terkini soal kondisi bangunan jembatan itu,” desaknya.

Dugaan lainnya, pelaksanaan proyek pembangunan jembatan ini tanpa papan nama sehingga publik tidak tahu pelaksananya dan kapan pembangunan jembatan ini dimulai dan kapan pula berakhir, serta berapa lama masa pemeliharaannya.

“Beberapa hari lalu saya pernah melewati jembatan besar itu. Dan, saya tidak ada papan nama yang berdiri di sekitar jembatan tersebut. Jika melihat pada kondisinya sekarang, diduga keras jembatan tersebut akan patah. Jika kayu penyanggahnya dilepas, diamati akan berakibat fatal bagi pembangunan tersebut. Jika demikian adanya nanti, kita berharap tak akan ada korban jiwa. Untuk itu, pihak-pihak terkait diharapkan segera turun kelapangan guna memastikan langkah-langkah kongkriet yang akan diambilnya,” imbuhnya.

Masih Soal Keretakan Yang Nampak di Sudut Lainnya di Jembatan Tangga
Terkait kondisi jembatan yang diduga terancam patah tersebut, Kisman mengaku tidak memiliki kapasitas keilmuan untuk menjustifikasinya. Sebab, hal tersebut merupakan kewenangan ahli konstruksi dan aparat penegak hukum yang juga paham soal konstruksi. “Namun jika melihat kondisi pembangunan tersebut, rasa-rasanya ada sesuatu yang patut diduga tidak sesuai dengan besteknya. Tetapi, biarkan ahlinya yang mampu menjelaskan itu semua,” jelas Tokoh muda yang bergerak dibidang realitas sosial in.

Masih soal kondisi terkini pembangunan jembatan tersebut, Kisman enggan menyentil model kerja instansi yang memayunginya. Namun, setidaknya kondisi tersebut diharapkan dapat membuka mata, telinga dan cakrawala berpikir piak terkait secara objektif, profesional, bertanggungjawab serta terukur.

“Mudah-mudahan saja jembatan ini tidak roboh seperti kekhawatiran kita semua. Namun, kewaspadaan itu bersifat perlu. Tetapi ketika jembatan ini patah, tentu saja akan menghambat banyak hal. Salah satunya, jalur transportasi warga Monta dan sekitarnya akan terhambat dan akan berdampak kepada masalah ekonominya,” papar Kisman.

Jika ada pihak-pihak yang menduga bahwa lengkungnya tubuh jembatan tersebut dipicu oleh kendaraan yang melewatinya, itu dinilainya sebagai sesuatu yang tidak berdasar. Sebab, kematangan proses perencanaan pembangunannya dimulai sejak awal oleh Pemerintah termasuk dari pihak konsultannya. “Saya pikir, pada akhirnya nanti lembaga hukum pun akan bersikap terkait pembangunan jembatan ini. Namun sekarang ini, warga sekitar membutuhkan pihak-pihak terkait untuk melihat secara langsung tentang kondisi pembangunan jembatan ini,” harapnya.

Hingga berita ini ditulis, Kadis PUPR Kabupaten Bima, Ir. H. Nggempo M.Si belum berhasil dikonformasi. Beberapa kali dihubungi melalui saluran selulernya, Handphone (HP) yang bersangkutan masih dalam keadaan Off. Pun demikian halnya dengan Kabag AP pada Setda Kabupaten Bima, Ir. Suwandi. Sementara PT. Citra Putera Laterang sebagai pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tersebut, hingga detik ini belum dketahui alamat jelasnya. (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.