Header Ads

Sutarman Kosambo “Hanya Kata”, Lutfi Tak Pernah Berhenti Perlihatkan Fakta


Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE-Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Pada Sebuah Moment

Visioner Berita Kota Bima-Jelang pelaksanaan Pilkada serentak pada November 2024, khususnya di Kota Bima kini mulai muncul sentilan-sentilun dari sejumlah Politisi yang dikabarkan akan maju sebagai Bakal Calon (Balon) kepala daerah. Sentilan-sentilun tersebut, salah satunya muncul dari Pengusaha Batu Bara yang juga pembina Komunitas Salaja Mbojo (Kosambo) asal Bima, H. Sutarman.

Sebagaimana isi pemberitaan sejumlah Media Online di Bima, Sutarman mengarahkan sentilan-sentulan yang dinilai kurang sedap kepada Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

Pada pertemuan di markas Kosambo di wilayah Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda-Kota Bima beberapa hari lalu, Sutarman berkata bahwa kedua Kepala Daerah tersebut (Bupati Bima dan Walikota Bima) berpemikiran sempit, masih memiliki ego sektoral dan Bima masih jauh dari Rahmat Allah SWT.

Oleh karenanya, Sutarman menuding bahwa Kota Bima dan Kabupaten Bima masih begini-begini saja alias “tak maju-maju”. Tetapi pada moment yang melibatkan H. Ola, Khaerudin M. Ali dan Pengamat Ekonomi Bima, Dedy Darmawan tersebut, Sutarman nampaknya lupa serta tidak melihat sederetan karya nyata yang telah ditorehkan oleh H. Muhammad Lutfi, SE walau masa kepemimpinanya sebagai Walikota Bima baru berumur sekitart tiga setengah tahun.

Misalnya pembangunan sayap kantor Walikota Bima pada bagian barat dan timur, pembangunan Taman Kodo, pembangunan Masjid Raya Al-Muwahiddin, pembangunan tiga lampu hias yakni di Kodo, Penaraga dan Padolo, pesatnya kemajuan destinasi pantai Lawata dan destinasi pantai Kolo, pembangunan Masjid Nutlatif, pembangunan Command Centre yang diakui sebagai yang perdana di NTB hingga diakui oleh Gubernur NTB, pembenahan pasar Amahami, pembangunan gedung perpustakaan termegah di NTB yang berokasi di Taman Ria, membebaskan puluhan warga miskin Kota Bima dari biaya BPJS, merelokasi warga di bantaran sungai tanpa kekerasan, sentuhan di bidang keagamaan (bantuan kepada Masjid dan Musholah) dengan angka bervaririatif mulai dari ratusan juta rupiah dan minimal puluhan juta rupiah (jauh lebih dahsyat dari Pemimpin sebelumnya), penyerahan HP Android kepada seluruh Ketua RT se Kota Bima sebagai upaya percepatan pelayanan yang dikendalikan melalui Comand Centre, sibergitas Bupati Bima dengan Walikota Bima melalui Penyerahan sederetan aset (nyarius tak pernah dilakukan oleh Pemimpin sebelumnya), menghadirkan pihak Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK) untuk memfasilitasi penyerahan aset dari Kabupaten Bima kepada Kota Bima, pembangunan empat unit Puskemas megah yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas yang dianggap memadai, pembangunan gedung kantor Reskrim Polres Bima Kota dengan dana hibah dari APBD II Kjota Bima, penyerahan kendaraan operasional kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa se Kota Bima (upaya mewujudkan kondisi keamanan yang baik di Kota Bima), penyerahan puluhan kendaraan operasional kepada seluruh Lurah di Kota Bima, pembangunan lapangan bola mini di wilayah Kecamatan Rasanae Timur-Kota Bima dan sentuhan-sentuhan lainya kepada dunia pendidikan di Kota Bima, termasuk pemasangan CCTV di berbagai sudutKota Bia guna mengantisipasi terjadinya beragam tindak pidana kejahatan.

Atas sederetan prestasinya tersebut, belum lama ini salah satu station televisi Nasional menobatkan bahwa Lutfi sebagai Walikota terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, catatan Media Online www.visionerbima.com juga mengungkap tentang tumbuh dan berkembangnya geliat ekonomi warga Kota Bima yang salah satunya melalui tumbuh dan berkembangnya enterpreneur muda di Kota Bima di era kepempimpimpinan Lutfi, bantuan kepada keleompok-kelompok pemuda (pemberdayaan sebagai upaya mengikis angka pengangguran di Kota Bima, penyerahan bantuan berupa benang tenun melalui Dekranasda Kota Bima kepada para pengerajin di sejumlah wilayah di Kota Bima, upaya penghijauan dari hulu ke hilir di Kota Bima sebagai langkah nyata mengantisipasi terjadinya banjir bandang seperti di tahun 2016 dan lainya.

Bukan itu saja, dijelaskan pula bahwa Lutfi merupakan Walikota Bima pertama yang mampu mendapatkan Rekor Museum Dunia melalui pesta Rimpu (hijab tradisional Bima) sebagai upaya mengembalikan identitas Bima baik di kancah Nasional maupun Dunia, dan Lutfi juga merupakan Walikota Bima pertama yang menyelenggarakan event Tree-Athlon tingkat Nasional yang dipusatkan di Pantai Lawata, Lutfi juga merupakan Walikota Bima pertama yang mampu menghadirkan Menteri Agama RI (terkait pembangunan IAIN di Kota Bima) dan MenparEcraf Indonesia di Kota Bima, Snadiaga Salahuddin Uno guna melihat secara langsungtentang pertumbuhan ekonomi kreatif dan dunia Parwisata di Bima (Kota dan Kabupaten), dan lainya.

Juga Lutfi diakui sebagai Walikota Bima yang mampu melahirkan sebuah terobosan spektakuler dalam bentuk menerbitkan ratusan sertifikat aset Pemkot Bima pada tahun 2021-2022. Dan yang sedang dilakukan lagi tahun 2022 adalah telah menerbitkan sebanyak 25 lembar sertifikat aset milik Pemkot Bima. Selain itu, melalui Dinas Perkim Kota Bima-Pemkot Bima sedang berupaya keras mendata ratusan aset Pemkot Bima yang akan disertifikan. Upaya nyata ini diakui sebagai bentuk nyata adanya kerjasama antara Pemkot Bima dengan pihak BPN Kota Bima. Namun ide dan gagasan soal itu daikui muncul dari Lutfi.

Sutarman juga dinilai lupa melihat bahwa Kota Bima merupakan salah satu Kota di Indonesia yang diakui masih bisa membangun di tengah-tengah Indonesia dilanda oleh Covid-19. Dan Kota Bima merupakan salah satu Kota di Indonesia yang dinilai tercepat dalam penanganan Covid-19 atas kerja nyata Tiga Pilar (TNI, Polri dan Pemkot Bima yang juga dibantu oleh tingginya kesadaran partisipatif masyarakat setempat).

Sayangnya, pada pertemuan tersebut Sutarman, H. Ola dan Khaerudin tidak tidak menjelaskan secara jujur serta transparan tentang pengabdian nyata yang telah ditorehkan oleh Lutfi selama tiga setengah tahun kepemimpinanya menjadi Walikota Bima. Juga pada moment itu, Sutarman Cs lupa tentang sejumlah pembangunan yang telah ditorehkan oleh Bpati-Wakil Bupati Bima, H. Indah Dhamayanti Putri, SE-Drs. H. Dachlan M. Noer (Dinda-Dachlan) selama dua hampir dua periode kepemimpinanya. Salah satunya, Dinda-Dachlan telah membuktikan maha karyanya melalui pembangunan Masjid Agung Bima yang berlokasi di Desa Donggobolo-Kabupaten Bima.

Oleh karenanya, pascca pemberitaan tentang Sutarman Cs tersebut-muncul pula sentilan balik dari sejumlah pihak, terutama di beranda Media Sosial (Medsos). Mereka menilai bahwa Sutarman Cs hanya hadir dengan kata.Tak hanya itu, sejumlah pihak tersebut mendesak Sutarman khususnya agar melihat secara langsung di lapangan, bukan sekedar mengumbar kata-kata.

Bukan itu saja, sejumlah pihak tersebut malah mempertanyakan tentang kontribusi yang diberikan oleh Sutarman dengan Kosambonya untuk pembangunan Kota Bima dan Kabupaten Bima.

“Ke lapangan dong agar matanya terbuka untuk melihat fakta-fakta tentang karya nyata dua Kepala Daerah yang ia sentl. Malah kami jsteru mempertanyakan, seperti apa bentuk kontribusi nyata yang telah diberikan oleh Sutarman dengan Kosambonya di bidang pembangunan Kota Bima dan Kabupaten Bima baik fisik maupun non fisik,” tanya salahs eorang Nitizen, Midhun Anak Dae Leto.

Sementara Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE yang dimintai tanggapanya justeru menyambut sentilan-sentilun Suratman Cs tersebut dengan “sangat dingin”. Baginya, itu merupakan hak mereka. Tetapi bagi Lutfi, mengakui lebih menyibukan diri untuk menterjemahkan ide serta gagasan nyata bagi kemajuan Kota Bima baik di bicang fisik maupun non fisik.

“Soal apa sajabentuk pengabdian nyata di masa tiga setengah tahun memimpin Kota Bima, silahkan turun lanmgsung ke lapangan. Dan terkait hal itu, tentu saja rekan-rekan Wartawan mempiliki catatan penting soal itu. Bukankah Media Massa telah menjelaskan hal-hal penting yang saya lakukan sebagai Walikota Bima melalui pemberitaan yang juga telah diketahui oleh publik.” Tanyanya dengan nada serius.

Kendati dinilai dan diakui oleh berbagai pihak tentang seabrek keberhasilanya dimaksud, namun Lutfi menegaskan tak membanggakan diri dan tidak pula menyatakan rasa puas. Sebab, ke depan masoih banyak hal-hal penting khususnya di bidang pembangunan fisik maupun non fisik untuk Kota Bima beserta masyarakatnya.

“Salah satunya kita akan kembali mengemas destinasi pantai Lawata agar lebih maju dan memilikini nilai estetika yang baik dari sebelumnya. Pun demikian halnya dengan destinasi wisata pantai Kolo. Namun sebelumnya, kita sudah membangun pondok wisata di Kolo. Bukankah Kolo dan Lawata jauh lebih maju serta berkembangan di era kepemimpinan saya,” tanyanya lagi.

Tak hanya itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama pihaknya juga akan membanfun Pos keamanan untuk TNI di kawasan Amahami Kota Bima. Tetapi sebelumya, Pemkot Bima juga telah menyerahkan sertifikat hibah untuk tanah di Kodim 1608/Bima.

“Sementara soal perputaran roda ekonomi di Kota Bima masih maju dan berkembang kendati masih dilanda oleh Covid-19. Di masa Pandemi Covid-19 misalnya, Kota Bima merupakan salah satu daerah yang masih bisa membangun. Antara lain pembangunan kantor sayap Walikota Bima pada bagian barat dan timur. Bukankah itu juga merupakan wujud nyata bahwa Pemkot Bima dibawah kepemimpinan saya berbuat untuk daerah serta masyarakat setempat kendati di era yang serba pelik (Pandem,i Covid-19),” papar Lutfi dengan nada tanya.

Sementara sentilan-sentilun dimaksud, diakuinya tak memberi pengaruh apapun baginya, dan tidak pula bisa menghentikan langkahnya untuk membuktikan ide-gagasan cerdas untuk membangun Kota Bima serta masyarakatnya di sisa kepeimpinanya yang masih satu setengah tahun.

“Tidak perlu menyibukan diri untuk meladeni. Tetapi harus lebih sibuk untuk terus mengabdi. Maksudnya, Insya Allah saya masih akan membuktikan pengabdian nyata untuk Kota Bima serta masyarakatnya di sisa watku kepemimpinan yang masih satu setengah tahun ini. Oleh karenanya, ikuti saja perkembanganya ya,” pungkas Politisi Partai Golkar yang juga mantan Anggota DPR RI dua periode ini. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.