Pawai “Rimpu Ma Ambi” Heritage Of Bima Dilaksanakan 7 Mei 2023, Diinformasikan Titik Finish Berubah

Moment Pawai Rimpu Menyambut HUT Kota Bima Tahun 2022 

Visioner Berita Kota Bima-Tahun 2019 Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dibawah kendali Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE diakui berhasil membuat sejarah spektakuler hingga mendapatkan Rekor Museum Dunia (RMD). Kesuksesan perdana yang kuat korelasinya dengan pengembangan dunia pariwisata dan UMKM di Kota Bima tersebut dusung oleh kegiatan Pawai “Rimpu Mantika” (hijab tradisional yang terbuat dari kain tenunan khas Bima) yang melibatkan puluhan ribu warga di seluruh Kelurahan di daerah setempat.

Dalam kaitan itu, Kota Bima berhasil menggeser Kabupaten Dompu yang dalam kegiatan pawai Rimpu hanya berhasil mendapatkan Rekor Museum Nasional (RMN) yang digelar pada tahun 2018. Kendati telah mencatat kebehasilan yang pertama kali dalam sejarah terbentuknya Pemkot Bima tersebut, namun event yang sama akan kembali digelar di Kota Bima dan rencananya dilaksanakan pada tanggal 7 Mei tahun 2023.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Media Online www.visionerbima.com melaporkan, pawai Rimpu di Kota Bima kali ini telah berubah nama. Jika sebelumnya bernama “Rimpu Mantika”, namun kinitelah berganti menjadi “Rimpu Ma Ambi” Heritage Of Bima.

Masih menurut informasi yang diperoleh Media, aspek perubahan bukan saja soal nama. Tetapi juga soal leading sektor (instansi) yang menghandle kegiatan pawai Rimpu dimaksud. Jika sebelumnya event “Rimpu Mantika” Kota Bima, namun kini hal penting tersebut disebut-sebut dihandle sendiri oleh pihak Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Hal itu juga disebut-sebut soal anggaran pelaksanaanya.

Kabar lainya juga menjelaskan, perubahan jelang pawai “Rimpu Ma Ambi” Heritage Of Bima tersebut, juga disebut-sebut terjadi terkait vendornya. Hanya saja soal Vendor yang menghandel kegiatan penting tersebut, hingga kini belum dijelaskan secara detail. Sedangkan persiapan pihak Vendor jelas moment penting dimaksud yang antara lain soal sound system, panggung dan instrumen lain yang dianggap mumpuni dan selaras dengan event dimaksud, higga kini belum ditemukan adanya tanda-tanda yang dinilai meyakinkan.

Dijelaskan pula, perubahan jelang event spektakuler yang merupakan bagian dari kalender event Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima tahun 2023 tersebut juga terkait titik finis dari pawai “Rimpu Ma Ambi” Heritage Bima tersebut. Jika sebelum dijelaskan bahwa titik finishnya di halaman bagian depan Kantor Walikota Bima, namun konon kali ini telah bergeser ke lapangan bola Manggemaci Kelurahan Bedi Kecamatan Mpunda-Kota Bima, tepatnya di sebelah barat gedung Paruganae Covention Hall.

Soal titik finis yang sebelumnya direncanakan di lapangan Manggemaci tersebut, itu disebut-sebut belumfinal. Melainkan harus menunggu keputusan akhir dari Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Tetapi kabar terbaru yang diperoleh Media ini mengungkap, Walikota Bima sekarang telah memutuskan bahwa titik finish dari Pawai Rimpu tersebut ke halaman Kantor Walikota Bima (kembali ke rencana awal). Terlepas dari itu, diungkapkan bahwa rencananya pawai Rimpu kali ini akan melibatkan sekitar 60 ribu warga yanng terbesar di seluruh wilayah Kelurahan di Kota Bima. Dijelaskan pula, yang terlibat di dalamnya bukan saja orang tua.Tetapi juga di kalangan remaja.

Kepala Dinas (Kadis) Koperindag Kota Bima, Abdul Haris yang dimintai komentarnya menjelaskan bahwa event pawa Rimpu “Ma Ambi” Heritage Of Bima ini sudah dimatangkan. Maka event tersebut sudah pasti akan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2023.

“Ya, acaranya dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2023. Titik star bagi peserta Rimpu di wilayah Kota Bima bagian barat yakni di lapangan Sera-Suba. Sementara titik star para peserta Rimpu yang ada di wilayah timur Kota Bima yakni di bagian timur kantor Walikota Bima. Baik peserta yang ada diwilayah timur maupun dari arah barat akan long march dan finishnya di lapangan Manggemaci,” terang Haris kepada Media ini, Jum’at (28/4/2023).

Puluhan ribu peserta Rimpu tersebut, diakuinya tersebar dari seluruh Kelurahan di Kota Bima. Selain kegiatan pawai Rimpu tersebut, pihaknya juga akan menggelar Bazar yang berkaitan dengan tenunan khas tradisional Bima yang rencananya digelar pada tanggal 6 Mei tahun 2023.

“Pada moment Bazar tersebut akan menghadirkan seluruh hasil karya para pelaku UMKM yang tersebar di berbagai Kelurahan yang ada di Kota Bima,” papar Haris

Ditanya soal berbagai perispan yang meyakinkan bagi pelaksanakan event tersebut, Haris menyatakan bahwa secara tekni hanya bisa dijelaskan oleh pihak Dispar Kota Bima. Sebab, pihaknya hanya menangani soal UMKM.

“Sementara soal event Rimpu tersebut, itu perupakan pekerjaan (Tupoksi) pihak Dispar Kota Bima. Sebab, mereka yang menghandle soal konten kegiatan pawai “Rimpu Ma Ambi” Heritage Of Bima tersebut,” pungkas Haris.

Secara terpisah Kadispar Kota Bima, Muhammad Natsir yang dimintai tanggapanya menyatakan bahwa kegiatan pawai Rimpu yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei tahun 2023 dihandle oleh pihak Diskoperindag Kota Bima. Sementara pihaknya, dijelaskanya hanya bertindak sebagai organizer.

“Kendati demikian, kami di Dispar Kota Bima akan mensuporting sepenuhnya agar kegiatan penting tersebut bisa terlaksanakan secara sukses sesuai dengan harapan kita semua. Sebab, soal Rimpu masih sangat kuat korelasinya dengan dunia pariwisata,” sahut Natsir kepada Media ini, Jum’at (28/4/2023).

Sementara langkah-langkah sekaligus persiapan yang dilakukan oleh pihaknya jelang kegiatan yag dinilaisektakuler tersebut, diakuinya salah satunya mendorong tema “Pesona Rimpu Ma Ambi”. Namun diakuinya, sampai hari ini tema tersebut belum final.

“Soal tema tersebut, tentu saja akan kami sampaikan kepada Walikota Bima. Sebab, keputusan soal temanya ada di tangan Walikota Bima,” terang Natsir.

Mengenai berbagai aspek persiapan yang berkaitan dengan event tersebut, dijelaskan bahwa semuanya sudah dipersiapkan. Antara lain Dispar Kota Bima segera melakukan konsolidasi dengan seluruh Kepala Kelurahan yang ada di Kota Bima.

“Sebab, target peserta yang akan dibawa pada masing-masing RT di seluruh Kelurahan di Kota Bima yakni sebanyak 50 orang. Mereka akan diajak untuk ikut berpartisipasi pada event Rimpu dimaksud,” papar Natsir.

Even kali ini ditegaskanya bukan sekedar pelaksanaan pawai Rimpu. Tetapi jugadisuport oleh kegiatan Bazar UMK yang menampilkan tenunan tradisional Bima dan lainya yang dianggap bisa mendorong perkembangan dan kemajuan bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Bima.

“Selain itu, event Rimpu tersebut juga akan diselingi dengan pergelaran atau atraksi budaya Bima. Sementara sial time lain dari kegaiatan tersebut masih disiapkan,” tutur Natsir.

Sementara soa anggaran untuk mendorong event pawai Rimpu ini kata Natsir, semua diserahkan kepda pihak Diskoerindag Kota Bima. Sedangkan pihaknya, diakuinya hanyabertindak sebagai Organizer.

“Namun demikian, kami tetap harus total untuk mendukung berbagai instrumen bagi suksesnya event spektakuler perdana dalam sejarah terbentuknya Kota Bima ini,” tegas Natsir.

Singkatnya, konsolidasi maksimal jelang pelaksanaan event tersebut sedang dilaksanakan oleh pihak Dispar Kota Bima. Upaya konsolidasi maksimal tersebut, diakuinya bertujuan agar masyarakat Bima benar-benar meyakini bahwa Rimpu merupakan budaya yang Islami yang tentu saja menjadi kebanggaan masyarakat Bima.

“Diharapkan melalui penguatan budaya ini juga bisa diiring dengan semakin menguatnya ekonomi masyarakat melalui aktivitas jual-beli pada moment Bazar yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2023. Selain itu, kita semua sangat berharap agar pawai Rimpu ini akan menjad event Nasional pada tahun-tahun berikutnya. Dan ini yang akan terus kita dorong. Dan perlu dicatat, H. Muhammad Lutfi, SE merupakan Walikota Bima pertama sekaligus pemilik terobosan yang membuat Rimpu Bima menjadi spektakuler hingga berhasil mendapatkan RMD tahun 2019,” pungkas Natsir. (TIM VISIONER) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.