Lagi, PUSPA Kota Bima Sosialisasi Soal Selamatkan Anak Indonesia Dari Berbagai Kasus Kejahatan

PUSPA di SMAN 5 Kota Bima, Selasa (12/9/2023)

Visioner Berita Kota Bima-Kian meningkatnya angka kasus tindak pidana kejahatan terhadap anak dibawah umur baik sebagai korban maupun anak sebagai pelakunya di Kota Bima akhir-akhr ini, praktis saja disikapi secara serius oleh pihak PUSPA Kota Bima. Dalam kaitan itu, PUSPA Kota Bima dibawah kendali Hj. Ellya Alwainy H. Muhamma Muhammd Lutfi diakui bukan sekedar melakukan upaya pendampingan terhadap para korbanya.

Tetapi juga gencar melakukan sosialisasi di berbagai SMAN di Kota Bima. Setelah menyisir dua sekolah yakni SMAN 2 dan SMAN 3 Kota Bima, Selasa (12/9/2023) pihak PUSPA Kota Bima melaksanakan kegiatan sosialisasi di dua SMAN di Kota Bima. Yakni SMAN 5 dan SMAN 4 setempat.

Upaya sosialisasi untuk tujuan menyelamatkan anak Indonesia dari berbagai kasus kejahatan, mulai dari soal seksual, Narkoba dan LGBT. Moment sosialisasi di dua sekolah tersebut, PUSPA Kota Bima menggandeng Intan Sari dari UPT Perempuan dan Anak pada DP3A Kota Bima, Hj. Nurhayati dari DP3A Kota Bima, Vivi dari DP3A Kota Bima dan Psikolog Kota Bima, dr. Hj. Nelly.

Liputan langsung Media Online www.visionerbima.com melaporkan, pada Selasa pagi (12/9/2023) PUSPA Kota Bima menggelar kegiatan sosialisasi di SMAN 5 Kota Bima. Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala Sekolah setempat, Drs. H. Sanusi dan jajaranya serta ratusan siswa-siswi setempat.

Moment Kegiatan Sosialisasi di SMAN 5 Kota Bima

Pada moment sosialisasi di SMAN 5 Kota Bima, Ketua PUSPA Kota Bima, Hj. Ellya Alwainy mengingatkan kepada seluruh siswa-siswi agar tetap fokus untuk belajar, beribadah serta tetap berada pada lingkungan yang sehat guna mewujudkan cita-cita serta mimpi masa depanya. Ellya kemudian menandaskan, jika sebelumnya muncul berbagai “image” terhadap sekolah setempat, namun hari ini telah terbantahkan.

“Sekali lagi, berbagai image yang muncul sebelumnya soal sekolah ini, Alhamdulillah kini telah terbantahkan. Indikator itu salah satunya terlihat melalui sambutan pihak sekolah serta seluruh siswa-siswi yang ada di dalam menyambut kehadiran kami di PUSPA. Bahkan dari perjalanan sosialisasi yang sudah kami lakukan, SMAN 5 Kota Bima merupakan salah satunya yang sangat tertib,” tandas Ellya.

Berangkat dari cenderung meningkatnya angka kejahatan terhadap anak dibawah umur baik sebagai korban maupun pelaku di Kota Bima akhir-akhir ini, Ellya menghimbau agar siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut tetap fokus pada kegiatan belajar, beribadah (Sholat dan Mengaji), beragam kegiatan positif lainya, menghindari komunikasi menggunakan Smart Phone yang berlebihan serta memastikan diri tetap berada pada lingkungan yang sehat.

Masih di Moment Kegiatan Sosialisasi PUSPA di SMAN 5 Kota Bima

“Dengan demikian maka siswa dan siswi yang ada di sekolah ini bisa membentengi dirinya dari berbagi bentuk kejahatan baik yang mengancamnya maupun yang diniatkan akan dilakukanya. Anak-anak ini merupakan masa depan bangsa. Mereka punya cita-cita luhur. Kita berharap dan berdoa agar kelak anak-anak di sekolah ini bisa menjadi Walikota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Polisi, TNI, Pengusaha sukses dan lainya. Olehnya demikian, sekali lagi saya tekankan agar anak-anak di sini ktetap fokus mengejar mimpi untuk masa depan serta keberlangsung hidupnya,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya beragam kasus tindak pidana kejahatan yang menimpa anak-anak dibawah umur baik sebagai korban maupun pelakunya tegasnya, tentu saja tak harus dititik beratkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), para pegiat dan lainya. Tetapi itu harus dimulai dari orang orang tua, keluarga, lingkungan dan yang terpenting adalah kepekaan anak-anak untuk menjaga dirinya sendiri.

“Dari kasus-kasus yang terjadi, tentu saja sangat layak untuk dijadikan sebagai pengalaman paling berharga. Pastikan anak-anak tetap berada di rumah. Pastikan anak-anak tetap fokus untuk belajar, Sholat, Mengaji, melakukan beragam kegiatan positif dan berada pada lingkungan yang sehat serta tindak menggunakan Smart Phone yang berlebihan. Dengan cara itu, tetu saja akan mampu meminimalisir terjadinya tindak pidana kejahatan di kemudian hari. Jauhi Narkoba, Miras dan lainya. Sebab, itu merupakan ancaman keras bagi masa depan dan keberlangsungan hidup anak,” papar Elya.

Moment Sosialisasi  PUSPA di SMAN 5 Kota Bima

Pada kesempatan yang sama, Hj. Nurhayati dari DP3A Kota Bima menyatakan bahwa salah satu yang memicu terjadinya kasus kejahatan terhadap anak dibawah umur karena masih kentalnya budaya patrialisme kaum pria. Karena merasa diri memiliki kuasa, kaum lelakibisa saja memperlakukan perempuan dengan “cara berbeda”.

“Anak-anak harusberani menyatakan tidak. Jangan pernah membiarkan tubuhnya disentuh oleh lelaki. Dan jangan takut untuk melaporkan jika anak-anak merasa keberatan terhadap laki-laki yang memperlakukanya secara tak wajar,” imbuhnya.

Bagi anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan seksual maupun pencabulan, ditegaskanya agar tidak boleh takut. Dan tidak boleh pula untuk pasrah. Tetapi yang bersangkutan harus bisa bangkit untuk berbenah diri sekaligus mampu membuktikan diri agar lebih baik dari sebelumnya.     

“Jadilah anak-anak yang hebat dan sukses untuk masa depan. Jika ada anak-anak yang menjadi korban bully dan lainya, tentu saja bisa dilaporkan kepada PUSPA maupun PUSPAGA yang ada di masing-masing Kelurahan di Kota Bima. Pada prinsipnya, perempuan harus berdaya, anak harus dilindungi dan Kota Bima maju,” paparnya.

Di moment yang sama, Psikolog Bima yakni dr. Hj. Nelly mengingatkan kepada anak-anak agar menjauhi berbagai masalah yang mengancam nasib, masa depan dan keberlangsung hidupnya. Yakni pergaulan bebas, Narkoba, Miras, LGBT dan hal-hal lain yang membahayakan.

“Pada usia yang seperti sekarang ini, anak-anak harus tetap fokus untuk mengejar cita-cita dan masa depanya. Jangan dulu berpacaran. Kalau punya pacar, maka silahkan putus pacarnya sekarang juga. Berpacaran di usia yang seperti sekarang ini, tentu saja berpotensi besar memicu terjadinya kasus-kasus yang mengancam cita-cita bagi masa depan dan keberlangsungan hidup anak. Sekali lagi, tolong itu dihindari,” imbuh Nelly.

Di moment itu pula, Nelly menjelaskan ciri-ciri pengguna Narkoba dan LGBT. Pengguna Nakoba, salah satunya bisa dilihat dari model matanya yang jauh bereda dari sebelumnya, susah tidur hingga ke soal malas, termasuk malas mandi. Sedangkan ciri-ciri LGBT, antara lain terlihat pada perubahan-perubahan pada diri pelakunya. Antara lain cara menyapanya, pergerakan jari-jemarinya hingga ke soal pergaulanya.  

PUSPA di SMAN 4 Kota Bima, Selasa (12/9/2023)

“Jauhi Narkoba dan Miras. Sebab, kedua barang haram tersebut merupakan musuh terbesar yang bisa mengancam keselamatan dan masa depan semua pihak, terutama anak-anak. Awasi ruang gerak LGBT dan jauhi mereka,” desak Nelly.

Penggunakan Smart Phone yang berlebihan, ditegaskanya bukan saja berpotensi besar menghambat kegiatan belajar dan beragam kegiatan positif bagi anak anak-anak. Tetapi berdasarkan sejumlah kasus yang ditanganinya, Nelly mengungkapkan bahwa komunikasi menggunakan Smart Phone salah satunya yang memicu terjadinya konflik.

Ellya Bersama Siswi-Sswi SMAN 4 Kota Bima

“Ada sebuah kasus yang saya tangani di mana seorang korban dianiaya hingga mengalami luka serius dan trauma. Semua korban berkomunikasi dengan pelaku menggunakan Smart Phone di Media Sosial (Medsos). Dari komunikasi tersebut, akhirnya keduanya bertemu di dunia nyata. Daan saat itulah terjadi peristiwa penganiayaan hingga korban terluka dan trauma. Karena trauma, hingga koni korbanya masih dirawat di tempat saya. Untuk itu, anak-anak harus dengan bijak menggunakan Smart Phone. Dan jauhi komunikasi menggunakan Smart Phone yang bisa merugikan diri anak-anak sendiri,” papar Nelly.

Usai kegiatan di SMAN 5 tersebut, Selasa seiang sekitar pukul 12.30 Wita pihak PUSPA Kota melanjutkan melaksanakan sosialisasi di SMAN 4 setempat. pada kegiatan sosialisasi di SMAN 4 Kota Bima, Ketua PUSPA Kota Bima dan sejumlah pamateri tersebut menyampaikan hal yang sama seperti yang dilakukanya di SMAN 5 Kota Bima.

Ellya Bersama Ssiswa SMAN 4 Kota Bima

Kegiatan sosialisasi di sekolah tersebut, disambt dengan sangat baik oleh Kepsek setempat, Imran S.Pd dan ratusan siswa-siswinya. Liputan langsung Media ini melaporkan, kegiatan sosialisi di SMAN 4 Kota Bima tersebut berlangsung sekitar 2 jam lamanya.

“Kegiatan seperti ini diharapkan bisa dilaksanakan secara terus menerus. Sebab, kegiatan sosialisasi in sangat penting bagi anak-anak di mana berbagai kasus kejahatan terhadap anak dibawah umur di Kota Bima akhir-akhir ini cenderung meningkat. Oleh karenanya, melalui kegiatan seperti ini maka anak-anak bisa belajar dan menjauhi berbagai kasus kejahatan yang mengancam kesematan dirinya dan masa depan serta keberlangsung hidupnya. Untuk itu, kami sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak PUSPA Kota Bima dan sejumlah pamaterinya,” ucap Imran.

Masih Ellya Bersama Ssiswi SMAN 4 Kota Bima

Di moment sosialisasi di SMAN 4 ini juga terkuak hal yang sangat menarik. Menjalang pulang, Ellya dikerubuti ratusan siswa-siswi untuk tujuan foto bersama. Saking antusiasnya, para siswa-siswi tersebut mencegah Ellya untuk pulang ke kediamanya sebelum berfoto bersama dengan mereka.

Dan atas permintaan itu, Ellya pun tak kuasa menolaknya. Moment menarik yang satu ini, kian memicu rasa haru dan bangganya Ellya. Dan di moment itu pula, Ellya terlihat tak pernah lelah. Moment foto bersama tersebut terlihat tak saja terjadi di aula kegiatan sosialisasi. Tetapi sebelum beranjak ke atas mobilnya, Ellya pun dicegat oleh siswa dan siswi setempat untuk berfoto bersama. Pun hal itu tak kuasa ditolak oleh Ellya. (FAHRIZ/JOEL/AL/RUDY) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.