Header Ads

Abdul Azis Dipulangkan dan Inilah Babak Baru Kasus Pembakaran Rumah di Desa Sampungu

AKP Hanafi: Belum Bisa Dikatakan Dibakar Massa Sebelum Dilidik
Aparat Memasang Police Line di TKP Rumah Abdul Azis Wahab Yang Dibakar
Visioner Berita Kabupaten Bima-Kasus dugaan pembakaran rumah warga Dusun Panco Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima beberapa waktu lalu, kini justeru menuai teka-teki. Dan peristiwa yang membuatrkan korban rugi sekitar senilai Rp50 juta itu, pun disesali oleh berbagai pihak termasuk di Media Sosial (Medsos). Para nitizen di Medsos misalnya, selain menyayangkan peristiwa pembakaran terhadap rumah Abdul Azis tersebut, juga menuding bahwa mempercayai dukun di era global adalah kesesatan.

Tak hanya itu, para nitizen di Medsos selain menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam juga mendesak agar terduga pelaku pembakaran rumah warga miskin tersebut segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Seiring dengan perjalanan waktu, Visioner pun melakukan investigasi terkait motiv dari dugaan kasus pembakaran rumah korban yang dikenal taat beribadah ini (Abdul Azis Wahab, Red).

Hasil investigasi sementara menjelaskan, hampir semua warga Desa Sampungu sangat keberatan dengan pemberitaan awal yang menyebutkan bahwa kasus pembakaran rumah itu melibatkan massa berjumlah lebih dari ratusan orang. Kecuali, sebahagian besar warga Sampungu mendugta bahwa terduga pelaku dalam kasus itu hanya segelintir orang.

Bukan itu saja, warga juga membantah keras membenci dan bahkan mengancam akan membunuh Abdul Azis Awahab jika kembali ke Desa Sampungu karena adanya berprofesi nyambi sebagai dukun santet. Tetapi, justeru hampir semua warga Desa Sampungu mengaku sangat kasihan terhadap korban dan menyayangkan dugaan main hakim sendiri terkait peristiwa pembakaran rumah itu hanya karena diduga sebagai dukun santet.

Lagi-lagi, hasil investigasi Visioner terkait kasus ini mengungkap tak adanya rekaman video awal yang membuktikan keterlibatan ratusan warga dalam kasus pembakaran rumah korban. Kecuali, beberapa video yang beredar diambil ketika warga datang hendak memadamkan api. Namun, warga datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah rumah panggung 12 tiang milik korban teloah rata jadi tanah.

Lagi-lagi, Investigasi yang dilakukan Visioner membeberkan-pada saat kejadian pembakaran rumah korban malah warga ada yang berteriak untuk segera mematikan meteran listrik agar api tidak merembet ke rumah-rumah warga lainya. “Pemberitaan yang bersumber dari oknum tertentu yang menuding bahwa kasus pembakaran rumah tersebut melibatkan massa adalah tidak benar. Diduga kuat bahwa kasus tersebut hanya melibatkanbeberapa oknum saja,” tegas sebahagian besar warga setempat kepada Visioner.

Warga kemudian menduga, kasus tersebut bermula dari adanya seorang warga yang sakit-sebut saja Hj. Fatimah. Pada saat sebelum kejadian pembakaran berlangsung, Hj. Fatimah menyebutkan bahwa dirinya sakit karena diduga disantet oleh Abdul Azis Awahab. Hal tersebut diduga sebagai pemicu terjadinya peristiwa pembakaran rumah Abdul Azis oleh bukan massa. “Ya, bermula dari pengakuan Hj. Fatimah sehingga rumah Abdul Azis Wahab dibakar hingga rata dengan tanah dan kerugianya mencapai puluhan juta rupiah,” duga warga.

Polisi baik TNI maupun Polri telah melakukan Olah Tempat Kejadian perkara (TKP) dalam kasus ini. Tak hanya itu, lebih dari satu hari Polisi dan TNI berada di Sampungu guna mengantisipasi agar tak terjadi kemungkinan lain pasca rumah korban dibakar. Pun hasil investigasi semenhtara Visioner mengungkap, Polisi sudah mulai dan sedang melakukan penyelidikan secara mendalam tentang siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus pembakaran rumah korban yang berprofesi sebagai petani namun hidup dibawah garis kemiskinan ini.

 Tak hanya itu, Polisi juga dikabarkan menemukan adanya “hal lain” dibalik kasus pembakaran rumah warga tersebut. Namun, dalam kaitan itu Polisi dikabarkan masih melakukan penyelidikan lebih mendalam. Camat Soromandi Kabupaten Bima, Zulkifli SH, MH mengaku juga sudah turun ke Desa Sampungu. Tujuanya, lebih kepada tugas Pemerintah untuk mencatat dan menghitung jumlah kerugian korban yang rumah dibakar.

Tak hanya itu, Zul juga mengaku telah mewawancara sejumlah warga terkait jumlah orang yang terlibat dalam kasus pembakaran rumah Abdul Azis Wahab. “Pengakuan warga yang saya dapat dari hasil wawancara tersebut, hanya 11 orang oknum yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran rumah korban ini. Selebihnya saya tidak tahu. Dan informasi tentang hanya dua orang oknum yang diduga terlibat dalam kasus itu, saya juga tidak tahu,” terangnya.

 Zul kemudian menjelaskan, situasi keamanan pasca kejadian pembakaran rumah Abdul Azis Wahab di Sampungu sangat kondusif. Hal tersebut, diakuinya berkat kerja keras aparat keamanan baik TNI, Polri dan dukungan partisipasi berbagai tokoh masyarakat di wilayah setempat. “Sampais ekarang suasana Kamtibmas di Sampungu masih aman-aman saja. Kita berharap agar suasana Kamtibmas di sana seterusnya dalam kondisi aman,” harap Zul.

Lepas dari itu, pertanyaan apakah benar atau sebaliknya tudingan bahwa Abdul Azis terlibat sebagai dukun santet sebagaimana tudingan sebelumnya-kini terjawab sudah. Jika sebelumnya Abdul Azis sempat datang ke Mapolres Bima Kabupaten untuk mengamankan diri, kini sudah dipulangkan dan sampai saat ini masih tinggal di rumah keluarganya di salah satu Desa di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Dan Polisi menegaskan bahwa tudingan bahwa Abdul Azis Wahab yang menyantet Hj. Fatimah, sampai sekarang tidak bisa dibuktikan oleh pihak “tertentu”. Dan data terkini yang diperoleh Visioner menjelaskan, karena hal itu pulalah yang mendorong Abdul Azis untuk kembali ke rumah keluarganya. Sementara rumahnya di Dusun Panco Desa Sampungu hanya menyisakan puing karena diduga dibakar oleh segelintir orang.

Secara terpisah, Kapolres Bima Kabupaten melalui kasubah Humas setempat AKP Hanafi yang dimintai komentarnya menegaskan bahwa Abdul Azis Wahab sudah dipulangkan setelah sehari datang mengamankan diri di Mapolres Bima Kabupaten. “Ia sudah dipulangkan, dan sampai sejauh ini tak ada satupun yang mampu membuktikan keterlibatanya sebagai dukun santet,” tegas Hanafi menjawab Visioner, Minggu (26/7/2020).

Hanafi kemudian menegaskan, pihaknya belum bisa menyatakan keterlibatan massa dalam kasus pembakaran rumah korban karena pihaknya belum melakukan penyelidikan secara mendalam. “Kita tidak bisa menyatakan bahwa rumah itu dibakar oleh massa karena belum dilidik secara mendalam,” tegas Hanafi.

Kendati kasus pembakaran rumah korban dibakar oleh massa misalnya, namun tak berarti Polisi tidak mencari pelakunya. “Kendati ada pengakuan bahwa rumah tersebut dibakar oleh massa, Polisi akan tetap mencari siapa saja pelakunya. Jika rumah tersebut dibakar massa, tentu saja diduga ada yang menggerakanya. Untuk mengetahui hal itu, tentu saja sedang kami selidiki,” terangnya.

Hanafi menjelaskan, kasus dugaan pembakaran rumah tersebut sudah dilaporkan secara resmi oleh anak kandung Abdul Azis ke Sat Reskrim Polres Bima Kabupaten. Anak kandung korban melaporkan secara resmi kasus itu pada Sabtu (25/7/2020). “Tentang sudah sejauhmana penanganan kasus tersebut, maka penjelasan teknisnya tentu saja oleh Kasat Reskrim setempat. Untuk itu, silahkan menghubungi Kasat Reskrim setempat. Namun yang saya tahu, kasus ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (TIM VISIONER)  

No comments

Powered by Blogger.